15 Ribuan Orang Kunjungi Museum Sang Nila Utama, 2 Koleksi Ini Jadi Buruan

Riau

15 Ribuan Orang Kunjungi Museum Sang Nila Utama, 2 Koleksi Ini Jadi Buruan

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 04 Feb 2026 20:39 WIB
Batu Siput salah satu koleksi di Museum Sang Nila Utama, Riau. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Foto: Batu Siput salah satu koleksi di Museum Sang Nila Utama, Riau. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Museum Sang Nila Utama Riau mencatat capaian positif kunjungan selama tahun 2025. Tercatat pengunjung museum milik Dinas Kebudayaan Provinsi Riau itu mencapai 15 ribuan orang atau meningkat dari tahun lalu.

Tepatnya ada 15.331 orang berkunjung ke Museum Sang Nila Utama. Kunjungan itu berasal dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, mahasiswa, pelajar, peneliti dan wisatawan asing.

"Sepanjang tahun 2025, jumlah pengunjung Museum Sang Nila Utama tercatat 15.331 orang. Pengunjung tersebut berasal dari berbagai latar belakang peerti dari pelajar, peneliti, mahasiswa, masyarakat umum dan wisatawan asing," ujar Kepala UPT Museum Sang Nila Utama Riau, Tengku Leni, di Pekanbaru, Rabu (04/02/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buku tahunan mencatat pada Januari 2025, jumlah pengunjung 1.032 orang. Dari angka tersebut, kunjungan didominasi oleh pelajar dengan jumlah mencapai 777 orang, di sini museum yang menyimpan peninggalan dari masa lampau jadi sarana edukasi.

Lalu pada Februari 2025, kunjungan kembali meningkat cukup signifikan. Total mencapai 3.188 orang, yang menjadi salah satu angka tertinggi sepanjang tahun.

ADVERTISEMENT

"Lonjakan kunjungan Januari ke Februari tersebut sebagian besar disumbang oleh kunjungan pelajar yang mencapai 2.804 orang, seiring dengan tingginya aktivitas kunjungan rombongan sekolah," katanya.

Sedangkan pada Maret jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis menjadi 141 orang. Kondisi tersebut berangsur membaik pada April dengan total pengunjung 579 orang dan bulan Mei naik tipis menjadi 586 orang.

"Untuk periode April hingga Mei, datangnya pengunjung mulai lebih seimbang. Tidak hanya didominasi pelajar, tetapi juga mahasiswa dan masyarakat umum, peneliti dan sebagainya," kata Leni.

Sementara pada Juni jumlah pengunjung kembali menurun di angma 231 orang. Penurunan ini diduga berkaitan dengan masa libur akademik serta berkurangnya kunjungan rombongan sekolah ke Museum Sang Nila Utama.

Selanjutnya pada Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember tercatat kunjungan terus naik. Kenaikan drastis dari 300-an orang hingga mencapai 2.000 lebih pada 3 bulan jelang penutup tahun 2025.

"Secara keseluruhan kunjungan Museum Sang Nila Utama pada 2025 mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2024. Tahun 2024 tercatat 13.748 pengunjung," kata Leni.

Lalu Apa Keistimewaan Museun Sang Nila Utama?

Terungkap Museum Sang Nila Utama punya dua koleksi istimewa yang selalu jadi favorit pengunjung. Kedua koleksi itu pertama batu siput yang telah menjadi fosil.

Batu siput merupakan kayu yang membatu dimana seluruh materi organik digantikan oleh mineral yang pada umumnya adalah sikat, seperti kuarsa. Namun struktur kayu tetap terjaga.

Proses ini terjadi karena kayu terkubur di dalam tanah selama ratusan tahun. Akibat kayu kekurangan oksigen, air yang mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel kayu melapisi lignin dan selulosa yang membusuk hingga menjadi batu.

"Batu Siput ini berasal dari Batu Besurat, Kecamatan XIII, Kampar. Jadi ini hanya ada dua di dunia dan salah satunya ada di Riau," kata Leni.

Selanjutnya ada fosil ikan paus raksasa. Koleksi ini juga menjadi primadona setiap pengunjung yang datang karena bentuknya yang unik dan berukuran jumbo.

Koleksi asal Pelalawan ini menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Khususnya karena ukuran dan bentuknya yang benar-benar terlihat jelas sosok ikan paus.

"Dua koleksi ini, ikan paus dan batu siput menjadi primadona pengunjung. Selain itu ada koleksi geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika dan lainnya juga. Termasuk miniatur alat bor minyak," kata Leni.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Prabowo Bakal Kasih Jabatan Ini Berkat Penanganan Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads