Mantan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri memberi nilai 6 untuk penampilan Timnas Indonesia saat bertemu Malaysia di Matchday kedua Grup A FIFA ASEAN CUP 2026. Meski begitu, dia memuji mental anak asuh Jhon Hermand yang mampu tetap clean sheet meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37.
Awalnya Indra Sjafri menyebut masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki, khususnya dalam sistem pertahanan ketika tim bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
"Nilai dari saya, 7,5 untuk mental, dan nilai 6 untuk sistem permainan," ujar Indra Sjafri dikutip detikSport, Selasa (29/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian 7,5 untuk mental diberikan karena Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37. Situasi tersebut membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan menghadapi tekanan Malaysia.
Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang berkali-kali menggagalkan peluang lawan. Sementara Elkan Baggott berkali-kali mengadang usaha pemain Malaysia, begitu juga Justin Hubner yang melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan
"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," ujar Indra Sjafri.
Namun, Indra tidak ingin hasil imbang tersebut membuat evaluasi terhadap sistem pertahanan berhenti. Ia menilai, dalam kondisi kehilangan satu pemain, Indonesia memang harus melakukan penyesuaian formasi. Garuda perlu memiliki mekanisme bertahan yang tetap memungkinkan tim memberikan tekanan kepada lawan, bukan semata-mata bertahan semakin dalam.
"Untuk sistem saya beri nilai 6. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," ucap Indra Sjafri.
Setelah kartu merah Thom Haye, Malaysia mendapatkan ruang lebih besar untuk menguasai pertandingan. Indonesia pun lebih banyak mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik.
"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin, dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," ucap eks pelatih berbagai kelompok usia Timnas Indonesia itu.
"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," tuturnya.
"Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," katanya Indra Sjafri lagi.
Simak Video "Video: Target Tinggi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
