Tersingkirnya Portugal Dituding karena Skuad Boikot Ronaldo

Sepakbola Internasional

Tersingkirnya Portugal Dituding karena Skuad Boikot Ronaldo

Tim detikSport - detikSumut
Sabtu, 11 Jul 2026 01:01 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Portugal v Spain - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - July 6, 2026 Portugals Cristiano Ronaldo looks dejected after the match as Portugal are eliminated from the World Cup REUTERS/Hannah Mckay
Ronaldo dan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 (Foto: REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta -

Kiprah Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah Selecao das Quinas gagal melangkah lebih jauh. Mantan pemain Timnas Prancis, Youri Djorkaeff, bahkan menilai rekan-rekan setim Ronaldo tidak memberikan dukungan yang semestinya kepada sang kapten.

Portugal harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar usai kalah 0-1 dari Spanyol. Hasil tersebut membuat Portugal kembali tersingkir di fase yang sama, setelah sebelumnya mengalami nasib serupa pada edisi 2010 dan 2018.

Sepanjang turnamen, Ronaldo selalu dipercaya tampil sebagai starter dalam lima pertandingan dan menyumbang tiga gol. Penampilannya memunculkan beragam penilaian. Sebagian pihak menganggap kehadirannya justru menghambat permainan Portugal, sementara yang lain tetap memberikan pembelaan, termasuk Djorkaeff.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut peraih gelar Piala Dunia 1998 itu, kegagalan Portugal tak lepas dari minimnya dukungan tim kepada Ronaldo selama pertandingan.

"Jika Anda membawa Cristiano Ronaldo, maka tim harus bermain untuk Cristiano Ronaldo dan itu tidak terjadi sama sekali," sebut Djorkaeff dilansir detikSport dari Radio RMC Sport.

ADVERTISEMENT

"Jelas sekali bahwa dia diboikot oleh timnya sendiri. Mereka tidak mendukung dia, mereka tidak menempatkan dia di dalam kondisi terbaik." tambahnya.

"Kita semua tahu Cristiano. Dia selalu bermain dengan cara yang sama. Apa yang mereka harapkan, bahwa dia akan tiba-tiba berubah? Anda bisa memilih untuk tidak memanggil dia, atau tidak menurunkan dia ke lapangan. Tapi jika Anda melakukannya, maka Anda harus membangun tim di sekitar dia."

Djorkaeff juga mengkritik para pemain Portugal yang dinilainya terlalu bergantung kepada Ronaldo, meski skuad tersebut dihuni banyak pemain berkualitas.

"Apa yang tidak saya sukai tentang tim nasional Portugal ini adalah, terlepas mereka semuanya itu pemain-pemain berbakat, semua orang sepertinya menaruh tanggung jawabnya kepada Cristiano," lanjut mantan bintang Paris Saint-Germain dan Inter Milan ini.

"Di masa depan, Vitinha, [Bruno] Fernandes dan pemain-pemain lain harus mengambil tanggung jawabnya. Anda enggak bisa terus mengharapkan Cristiano melakukan semuanya. Dia itu bukan satu-satunya pemain yang harus membuat perbedaan," ceplos Djorkaeff.

Setelah Portugal tersingkir, Ronaldo memastikan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Sepanjang kariernya di Piala Dunia, pencapaian terbaik Ronaldo bersama Portugal adalah finis di peringkat keempat pada edisi 2006 di Jerman.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads