Mengenal Kacang Sihobuk, Oleh-oleh Khas Tarutung yang Melegenda

Devi Silaban - detikSumut
Kamis, 22 Okt 2026 05:00 WIB
Foto: Istimewa
Tapanuli Utara -

Pernah melintasi kawasan Sumatera Utara (Taput) dan melihat deretan toko yang menjual kacang Sihobuk? Cemilan khas ini mudah dijumpai di sepanjang perjalanan menuju Tarutung. Rasanya gurih, teksturnya renyah, dan sering dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.

Kacang Sihobuk berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Namun, nama Sihobuk bukan sekedar penanda asal daerah. Dilansir dari penelitian Irma Simamora dari Universitas Negeri Medan pada tahun 2013, penamaan kacang ini berkaitan dengan daerah asal masyarakat yang mengembangkan usaha pembuatan kacang garing.

Awalnya, kacang Sihobuk berasal dari daerah Sihobuk, Pearaja, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Tarutung. Saat hasil panen kacang tanah melimpah, para petani setempat sepakat mengolahnya menjadi camilan dengan cara digongseng. Pada masa itu, kacang Sihobuk belum dijual sebagai produk usaha. Kacang ini biasanya disajikan sebagai camilan di rumah, hidangan untuk tamu, atau dibuat jika ada orang yang memesan.

Ternyata sejarah dari kacang Sihobuk ini juga berkaitan dengan peristiwa alam. Dalam penelitian yang sama, Simamora mencatat bahwa Desa Sihobuk mengalami gempa dan longsor pada 24 April 1987. Bencana gempa dan longsor tersebut menimbulkan banyak korban jiwa, sehingga pemerintah memindahkan warga yang selamat ke Perumahan Nasional Desa Silangkitang, Kecamatan Sipoholon.

Setelah menetap di tempat baru, warga yang selamat kembali memproduksi kacang garing pada 1990, setelah kegiatan tersebut terhenti selama kurang lebih tiga tahun. Usaha ini kemudian menarik minat masyarakat sekitar untuk ikut membuat dan mengembangkannya. Sebagai pengingat atas bencana gempa dan longsor yang melanda Sihobuk, produk tersebut kemudian dikenal dengan nama "Kacang Garing Sihobuk".

Proses pembuatannya dimulai dengan memilih kacang tanah, merendamnya, lalu menggongsengnya hingga matang. Setelah itu, kacang disortir untuk memisahkan hasil yang kurang baik sebelum dikemas dan dipasarkan.

Seiring waktu, kacang Sihobuk berkembang menjadi salah satu produk kuliner khas Tapanuli Utara. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta proses pengolahannya yang khas menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan usaha kacang Sihobuk juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengolahan dan penjualannya.

Kini, kacang Sihobuk mudah ditemukan di toko oleh-oleh kawasan Tarutung. Camilan ini menjadi pilihan buah tangan bagi para pelancong yang ingin membawa pulang cita rasa khas Tapanuli Utara.

Artikel ini ditulis Devi Silaban, Mahasiswa Unimed Praktik Kerja Lapangan di detikSumut.



Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork