Cantiknya Roll Cake dengan Motif Batik yang Tak Biasa

Cantiknya Roll Cake dengan Motif Batik yang Tak Biasa

Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Selasa, 13 Okt 2026 06:01 WIB
Batik Roll Cake di Medan. (Fikri Haikal/detikSumut)
Foto: Batik Roll Cake di Medan. (Fikri Haikal/detikSumut)
Medan -

Batik umumnya dikenal sebagai kain bermotif yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Namun, di Medan, motif batik juga dapat dijumpai pada sebuah sajian kuliner berupa Batik Roll Cake, bolu gulung dengan motif menyerupai batik di bagian permukaannya.

Kue ini dibuat oleh Tiara, pemilik Fijo Kitchen, dengan memadukan seni menggambar motif batik dan kreasi bolu. Tak hanya menampilkan pola batik, kue ini juga memiliki beragam warna dan isian rasa yang memberikan pengalaman berbeda saat disantap.

Tiara mengatakan, awalnya ia mempelajari dekorasi kue atau custom cake pada 2020. Setahun kemudian, ia mengikuti kursus pembuatan Batik Cake bersama seorang chef asal Jakarta yang datang ke Medan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya ada batik parang, batik kawoeng, saya juga buat ulos, tapi ulosnya yang simple. Terus batik pola gorga, gorga Batak. Terus tenun Melayu, tenun Palembang gitu-gitu," kata Tiara kepada detikSumut, Senin (12/10/2026).

Batik Roll Cake di Medan. (Fikri Haikal/detikSumut)Batik Roll Cake di Medan. (Fikri Haikal/detikSumut)

Motif yang digunakan pada Batik Roll Cake tidak terbatas pada batik dari satu daerah. Beberapa motif yang pernah dibuat Tiara di antaranya batik parang, batik kawung, mega mendung, gorga Batak, serta tenun Melayu dan Palembang.

ADVERTISEMENT

Dalam pembuatannya, Tiara juga berkreasi dengan pilihan warna yang lebih cerah. Menurutnya, warna bolu yang identik dengan cokelat atau emas dapat dikembangkan dengan warna lain agar tampilannya lebih beragam.

"Makanya saya kreasiin jadi kayak ada warna pink, ada warna hijau, ada biru gitu-gitu. Jadi kalau di etalase pun lebih mencolok," ujarnya.

Dari segi rasa, Batik Roll Cake yang dibuat Tiara memiliki empat pilihan isian, yakni moka, keju, cokelat, dan nanas.

Menurutnya, isian moka dan keju menjadi yang paling banyak dipilih, sementara tekstur bolunya menjadi bagian lain yang dapat dinikmati selain tampilan motifnya.

Salah seorang konsumen, Ayu Nabila, mengaku tertarik dengan tampilan kue tersebut karena bentuk dan perpaduan warnanya. Ia menilai motif batik pada bolu itu memberikan sentuhan berbeda dibandingkan kue yang biasa ditemuinya.

"Saya melihat dari bentuknya, sangat unik ya karena bentuknya mengikuti pola batik Indonesia. Warnanya beragam, bukan warna gelap aja, tapi juga dipadukan dengan warna yang cerah jadi tampilannya jauh lebih menarik," kata Ayu.

Konsumen lainnya, Lahmi, juga mengaku baru pertama kali melihat kue dengan motif batik. Menurutnya, selain memiliki bentuk yang menarik, rasa dan tekstur bolunya turut menjadi daya tarik tersendiri.

"Kagum, karena bentuknya cantik dengan bermacam motif, benar-benar menggambarkan batik," ujar Lahmi.

Bagi Tiara, pembuatan Batik Roll Cake bukan sekadar soal dekorasi kue. Ia berharap kreasi tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan budaya Indonesia melalui kuliner, sehingga batik tidak hanya dikenal sebagai kain atau hiasan, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk makanan.

"Saya harap konsumen saya itu menghargai kita punya budaya. Biasanya batik itu hanya dipakai ataupun jadi hiasan, apa salahnya kita buat batik bisa dimakan gitu ya kan? Kita bisa buat batik jadi cemilan," tuturnya.

Artikel ini ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads