Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali memasuki wilayah Sumut setelah beberapa hari kualitas udara membaik. Melihat hal itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mempersiapkan lagi modifikasi cuaca.
Hal itu disampaikan Bobby saat sambutan di acara Teras Pelajar Sumut Berkah. Bobby awalnya berseloroh soal Sumut masuk kembali ke grup daerah terkena asap.
"Tadi Pak Kadis Pendidikan menyampaikan 'Pak coba cek handphonennya, kayaknya Sumut sudah mulai diundang lagi di grup daerah terasap'. Setelah kemarin kita dikeluarkan dari grup ini hari ini sudah mulai masuk lagi oleh daerah grup berasap," kata Bobby Nasution, Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby kemudian meminta Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga untuk memantau kondisi cuaca. Hal itu untuk dipertimbangkan kembali pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Tolong diawasi betul Pak Kadis, kalau memang asapnya masih bertambah terus, saya sebenarnya nggak tahu anak-anak ini senang atau sedih kalau PJJ," ucapnya.
Para murid yang hadir terdengar menyampaikan tidak suka adanya PJJ. Bobby kemudian meminta agar memantau cuaca untuk peluang dilakukannya modifikasi.
"Kalau begitu Pak Inspektur, Pak Asisten, kalau memang masih satu dua hari ini Pak, kalau besok asapnya makin tebal, saya minta tolong lek kemarin kita lakukan lagi, tolong dicek apakah ada kemungkinan turun hujan, kalau memang tidak ada, kita laksanakan rekayasa cuaca lagi, intinya agar anak-anak kita tetap belajar langsung di sekolahnya masing-masing, jangan PJJ karena langsung anak-anak yang nolak," sebutnya.
Siap kegiatan, Bobby mengatakan berdasarkan pantauan, asap kembali menyelimuti Sumut. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca.
"Memang dari pantauan ya, tapi nanti kami akan koordinasi dulu dengan BMKG, nggak bisa sembarangan juga, itu cuaca bukan suka-suka, kami akan berkoordinasi, kalau memang asapnya sudah masuk kategori bahaya lagi, pasti ini akan kita coba lakukan, saya sih inginnya jangan sampai masuk kategori bahaya," pungkasnya.
