Pernah makan masakan Batak lalu lidah tiba-tiba terasa kesemutan? Bukan cuma pedas, mulut bisa terasa sedikit kebas, bergetar, dan meninggalkan sensasi yang cukup unik. Kalau pernah mengalaminya, bisa jadi ada andaliman dalam masakan tersebut.
Andaliman merupakan rempah yang cukup lekat dengan masakan Batak. Bentuknya kecil, tetapi aromanya khas dan rasanya bisa langsung dikenali. Rempah ini juga sering disebut sebagai "merica Batak" karena penggunaannya yang begitu dekat dengan kuliner masyarakat Batak.
Apa Itu Andaliman?
Dilansir dari Jurnal Biologi Tropis, andaliman memiliki nama ilmiah Zanthoxylum acanthopodium DC. dan termasuk famili Rutaceae, kelompok tumbuhan yang masih berkerabat dengan jeruk-jerukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah andaliman berukuran kecil dan memiliki aroma khas. Rempah ini banyak digunakan sebagai bumbu dalam makanan tradisional Batak. Karena itu, keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga dengan kebiasaan kuliner masyarakat setempat.
Andaliman sebenarnya tidak hanya ditemukan di Indonesia. Dilansir dari jurnal Heliyon, tanaman Zanthoxylum acanthopodium juga ditemukan di sejumlah wilayah Asia, seperti India, Nepal, Bhutan, Myanmar, Vietnam, Thailand, Malaysia, hingga China.
Di Indonesia, tanaman ini dikenal berasal dari kawasan Sumatra bagian utara, termasuk Sumatra Utara dan Aceh. Di Sumatra Utara, andaliman kemudian sangat dekat dengan masyarakat Batak karena digunakan dalam berbagai masakan secara turun-temurun.
Kenapa Bikin Lidah Kesemutan?
Nah, ini bagian yang paling menarik. Sensasi kesemutan setelah makan andaliman ternyata bukan sekadar perasaan. Ada senyawa alami di dalam rempah tersebut yang memang dapat menimbulkan sensasi khas pada mulut.
Dilansir dari penelitian dalam Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, andaliman mengandung senyawa aktif dari kelompok sanshool yang berkaitan dengan sensasi trigeminal.
Senyawa tersebut dapat menimbulkan sensasi seperti kesemutan, bergetar, dan kebas pada rongga mulut. Jadi, kalau setelah makan sambal andaliman lidah terasa seperti 'mati rasa' atau bergetar sebentar, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Sensasi ini berbeda dengan cabai. Kalau cabai lebih identik dengan rasa panas dan pedas, andaliman memberikan sensasi yang lebih kompleks. Ada aroma khas seperti jeruk, rasa getir, kemudian muncul kesemutan dan kebas di mulut.
Kenapa Jadi Rempah Khas Batak?
Andaliman menjadi khas Batak bukan semata-mata karena tanaman ini tumbuh di Sumatra Utara. Penggunaannya yang sudah lama melekat dalam makanan dan tradisi masyarakat Batak membuat rempah ini memiliki posisi tersendiri dalam budaya kuliner setempat.
Dilansir dari penelitian Hariati dan Purwarno dalam Indonesian EFL Journal, andaliman tidak hanya digunakan sebagai bahan masakan, tetapi juga berkaitan dengan ritual, perayaan, interaksi sosial, dan identitas budaya masyarakat Batak.
Andaliman dapat ditemukan dalam berbagai makanan khas, seperti arsik, naniura, natinombur, hingga sambal andaliman. Kehadirannya memberikan aroma dan sensasi rasa yang khas sehingga sulit digantikan begitu saja dengan cabai atau merica biasa.
Itulah sebabnya andaliman bukan sekadar bumbu pelengkap. Rempah ini sudah menjadi bagian dari cita rasa yang membuat masakan Batak mudah dikenali. Jadi, kalau suatu hari makan masakan Batak lalu lidah tiba-tiba terasa kesemutan, jangan buru-buru heran. Bisa jadi, itulah sensasi khas dari andaliman. Kecil buahnya, kuat aromanya, dan unik sensasinya.
Artikel ini ditulis Devi Silaban, mahasiswa Unimed praktik kerja lapangan di detikSumut.
