Segernya Es Campur Legendaris Pajak Kawat Tanjungbalai

Perdana Ramadhan - detikSumut
Sabtu, 25 Jun 2022 20:37 WIB
Es Campur Pajak Kawat di Kota Tanjungbalai (Foto: Perdana Ramadan/detikSumut)
Tanjungbalai -

Menyusuri dan beraktivitas di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara nan terik di siang hari memang membutuhkan tenaga ekstra. Maklum kota ini berada di pesisir, letaknya tidak jauh dari laut.

Dahaga yang cepat kering membuat kita ingin menikmati minuman penyegar kerongkongan. Nah, di Kota Tanjungbalai ada salah satu tempat penjual es campur yang legendaris sejak tahun 1990. Namanya es campur Pajak Kawat yang berlokasi di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, berada persis di bibir Sungai Asahan.

Pemilik usaha es legendaris tersebut bernama H Irwan Usman (66). Lokasi usahanya cukup sederhana. Konsisten berjualan selama 32 tahun membuat ia memiliki banyak pelanggan tetap yang datang tidak hanya dari kota Tanjungbalai. Ia buka setiap hari mulai pukul 11:00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Namun, biasanya akan tutup lebih awal sebab es buatannya akan cepat habis.

"Kalau saya sudah jualan dari tahun 1990. Nggak terasa itu sudah 32 tahun juga sampai sekarang, Alhamdulillah," katanya kepada detikSumut, Jumat (24/6/2022) kemarin.

Es Campur Pajak Kawat Tanjungbalai Foto: Perdana Ramadan

Sebelum berjualan di tempat saat ini, Irwan bercerita awalnya dia menjual es campur dengan menggunakan sampan menyusuri alur sungai Asahan dan ditawarkan kepada pedagang sekitar maupun masyarakat. Saat itu, lokasi pajak kawat memang belum tertata. Ia berbaur dengan pedagang ikan yang menjual hasil tangkapan lautnya di bibir Sungai Asahan.

Ada tiga pilihan menu es spesial yang dijual di sini. Namun es campur merupakan yang paling legendaris. Paduan tapai pulut, tapai ubi, kacang, lengkong, bercampur gula merah dan susu dijamin akan memberikan relaksasi kesegaran di badan ketika suapan pertama jatuh di mulut dan turun hingga kerongkongan. Harga segelas es campur tersebut hanya Rp 8 ribu satu mangkoknya. Es cendol di sini juga patut dicoba.

Kemudian ada variasi menu lain yakni es kolak. Isian utamanya tentu saja kolak pisang yang dipadukan dengan bubur sumsum, tapai pulut dan tapai ubi. Harganya cuma Rp 10 Ribu

Es campur dan kolak dingin Pajak Kawat Tanjungbalai Foto: Perdana Ramadan

Selain es campur, di sini ada juga menu es pokat kocok. Baca halaman berikutnya:




(astj/astj)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork