Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, punya julukan khas yakni Kota Kerang. Julukan ini bukan sekadar nama, tapi lahir dari keseharian masyarakat yang dekat dengan laut dan hasilnya.
Dosen sejarah Universitas Sumatera Utara (USU), M. Azis Risky Lubis menjelaskan, sebutan itu terbentuk dari perpaduan kondisi alam, ekonomi, hingga budaya pesisir yang sudah berlangsung lama.
"Julukan ini tentunya tidak muncul begitu saja, tetapi mengakar kuat pada kondisi geografis kota, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisirnya. Secara geografis, Tanjung Balai terletak di kawasan muara Sungai Asahan yang langsung berhadapan dengan Selat Malaka. Kondisi ini menciptakan ekosistem sentra alamiah bagi kerang untuk tumbuh dan berkembang biak," jelasnya, Kamis (16/4/2027).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letak Tanjungbalai di muara Sungai Asahan yang menghadap Selat Malaka membuat wilayah ini kaya akan hasil laut, khususnya kerang. Tak heran, kerang mudah ditemukan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Dari sisi ekonomi, kerang bukan sekadar tangkapan biasa. Banyak warga menggantungkan hidup dari komoditas ini, mulai dari menangkap di laut, mengolah, hingga menjualnya ke pasar.
"Kerang bukan sekadar hasil laut biasa. Di Tanjungbalai, banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari menangkap kerang, mengolahnya, bahkan menjualnya ke pasar tradisional. Kerang sudah menjadi bagian dari rantai perdagangan lokal hingga antar daerah. Dominasi inilah yang turut menguatkan julukan Kota Tanjungbalai sebagai Kota Kerang," lanjutnya.
Tak berhenti di situ, kerang juga hadir di meja makan sebagai kuliner khas. Aneka olahan kerang menjadi identitas rasa yang lekat dengan kota ini.
"Dalam pada itu, olahan kerang juga menjadi bagian dari ikon kuliner. Kerang tidak hanya diposisikan sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi, melainkan juga sebagai simbol rasa dan budaya lokal," katanya.
Bagi Tanjungbalai, julukan Kota Kerang lebih dari sekadar nama. Ia menjadi gambaran identitas kota pesisir yang hidup dari laut dan menjaga tradisinya.
"Bagi identitas kota, Kota Kerang merupakan representasi dari suatu identitas yang menjadi simbol kolektif masyarakat dan representasi kota pesisir yang produktif. Julukan ini merupakan hasil dari interaksi panjang antara manusia, lingkungan, dan aktivitas ekonomi yang dapat dijadikan sebagai branding bagi Kota Tanjungbalai itu sendiri," pungkasnya.
Baca juga: Sejarah Tanjungbalai Si Kota Kerang |
Simak Video "Video: KA vs Truk Angkut Pisang di Asahan Sumut, Lokomotif Rusak Parah"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































