Lansia Ditemukan Tewas di Pekanbaru, Polisi Usut Penyebab Kematian

Riau

Lansia Ditemukan Tewas di Pekanbaru, Polisi Usut Penyebab Kematian

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 19 Okt 2026 23:29 WIB
TKP ditemukannya seorang lansia tewas di Kota Pekanbaru, Riau.
Foto: TKP ditemukannya seorang lansia tewas di Kota Pekanbaru, Riau. (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Penemuan mayat pria lanjut usia (Lansia) di Jalan Limbungan, Kota Pekanbaru, Riau membuat heboh warga. Korban ditemukan tewas dengan kondisi ditutup kain selimut di dekat kamar mandi.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Shilton mengungkap penemuan mayat RSK (61) itu berawal dari keributan di halaman rumah korban. Saat itu, ponakan korban EA minta bantuan warga mengamankan Farhat yang tak lain adalah anak korban RSK.

"Warga awalnya melihat ponakan korban ini sedang mengamankan F. Dia minta bantuan warga lainnya," ungkap Shilton saat dimintai konfirmasi, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang mendengar EA minta bantuan langsung mengamankan Farhat. Tak lama, tercium aroma busuk dari dalam rumah.

Kecurigaan timbul dan akhirnya ada warga lain yang masuk ke dalam rumah. Benar saja, warga menemukan mayat RSK telah terlentang di lantai ditutupi dengan selimut.

ADVERTISEMENT

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang dapur di depan pintu kamar mandi. Posisinya terlentang di lantai dengan ditutup selimut atau bedcover motif tulisan Barcelona warna merah biru," kata Shilton.

Atas temuan itu, warga lalu melaporkan ke kepolisian setempat. Selanjutnya petugas piket SPKT Polsek Rumbai dan piket SPKT Polres bersama tim identifikasi Satreskrim tiba.

Tim langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi. Termasuk melihat kondisi mayat sebelum akhirnya dilakukan evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini.

"Informasi korban tinggal berdua bersama anaknya F ini. Menurut keterangan saksi juga korban 2 hari tidak terlihat keluar dari rumah," katanya.

Polisi masih melakukan autopsi apakah ada tanda-tanda korban dibunuh. Sedangkan anak korban, Farhat disebut pernah jalani perawatan di RSJ Tampan dan hingga saat ini masih konsumsi obat penenang.

"Sementara belum ada (indikasi dibunuh), untuk pastinya nunggu otopsi," kata mantan Kapolsek Pangkalan Kerinci tersebut.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads