1.253 Orang di Aceh Jadi Tersangka Narkoba Selama 2026, 35 Pelajar

Aceh

1.253 Orang di Aceh Jadi Tersangka Narkoba Selama 2026, 35 Pelajar

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 19 Okt 2026 21:36 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Foto: Ilustrasi. (Agung Pambudhy/detikcom)
Banda Aceh -

Sebanyak 1.253 orang di Aceh ditangkap polisi karena diduga tersandung kasus narkoba sepanjang 2026. Adapun 35 di antara tersangka masih tercatat sebagai pelajar.

"Berdasarkan data Ditresnarkoba Polda Aceh, sepanjang Januari hingga September 2026, Polda Aceh dan jajaran mengungkap 979 kasus narkotika dengan 1.253 tersangka," kata Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Ruddi membeberkan data itu saat menjadi inspektur upacara bendera di SMA Negeri 2 Banda Aceh pagi tadi. Ruddi meminta pelajar menjauhi narkoba serta berharap lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk siswa mengembangkan potensi, menjalin persahabatan, dan meraih cita-cita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adik-adik sekalian, masa sekolah sangat berharga untuk belajar, mengembangkan diri, dan meraih cita-cita. Karena itu, jagalah pergaulan, beranilah menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, dan isi waktu dengan kegiatan positif," jelas Ruddi.

ADVERTISEMENT

Selain narkoba, Ruddi mengingatkan pentingnya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan. Data Polresta Banda Aceh mencatat empat kasus perundungan dengan empat korban dan 14 pelaku. Hal itu disebut menjadi pengingat bahwa setiap siswa berhak merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah.

"Jadilah teman yang saling menghargai, bukan menyakiti. Hindari ejekan, hargai perbedaan, dan jangan menganggap perundungan sebagai candaan. Jika mengalami atau menyaksikan perundungan, jangan ragu meminta bantuan kepada guru atau orang tua," ujarnya.

Ia juga mengajak para guru membangun komunikasi terbuka dengan siswa, peka terhadap perubahan perilaku, serta menangani setiap laporan perundungan secara bijaksana. Menurutnya, kepedulian dan keteladanan pendidik berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan membentuk karakter generasi muda.

Ruddi berpesan agar siswa berani bercita-cita besar dan berusaha mewujudkannya melalui kedisiplinan, kesungguhan belajar, dan perilaku baik. Ia menekankan bahwa prestasi akademik harus diimbangi dengan akhlak, kejujuran, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

"Kepada adik-adik sekalian, manfaatkan masa sekolah sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi orang tua, dan pilih lingkungan pertemanan yang membawa kebaikan. Saya percaya, dari SMA Negeri 2 Banda Aceh akan lahir generasi hebat yang membanggakan orang tua, mengharumkan nama Aceh, dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia," ujarnya.



(agse/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads