Polisi menangkap satu lagi komplotan begal bersenjata tajam yang sudah beraksi di 40 lokasi di Medan dan Deli Serdang. Saat pengembangan, pelaku melawan petugas kepolisian, sehingga terpaksa ditembak.
Untuk diketahui, polisi sebelumnya telah menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam komplotan ini. Ketiganya, yakni IR (19), AR (18), dan MA (19).
"Total (beraksi) di 40 TKP," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, Minggu (11/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bimo menjelaskan bahwa pelaku yang ditangkap itu berinisial F (20), seorang sopir travel. Pelaku ditangkap di salah satu penginapan di Desa Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sabtu (10/10) dini hari.
Namun, saat proses pengembangan, pelaku berupaya melarikan diri dengan cara melawan petugas kepolisian. Alhasil, polisi menembak pelaku di bagian kakinya. Lalu, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk perawatan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku telah terlibat pembegalan di 40 lokasi di wilayah Kota Medan dan Deli Serdang.
"Wilkum Medan, Deli Serdang dan Pelabuhan Belawan," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, salah satu pembegalan itu terjadi di Jalan Rahayu Pasar XII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (28/9) sekira pukul 05.00 WIB. Bimo mengatakan awalnya korban Dachyar Siregar (62) hendak berangkat bekerja dengan mengendarai sepeda motor.
Lalu, saat melintas di lokasi, tiba-tiba ada sepeda motor yang dinaiki tiga orang, datang dari arah depan dan langsung menabrak motor korban. Akibatnya, korban sampai terjatuh. Saat korban jatuh, salah satu pelaku langsung merampas motor korban.
"Pelapor berteriak minta tolong, namun tidak ada yang menolong. Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan melapor ke Polsek Medan Tembung," jelasnya, Jumat (9/10).
Bimo mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan tiga pelaku yang tergabung dalam komplotan itu. Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pisau belati dan gunting.
Saat kejadian, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari membawa sepeda motor hingga mengancam korban menggunakan senjata. Para pelaku menggunakan hasil kejahatan itu untuk berbagai hal, salah satunya untuk membiayai keluarga pacarnya.
"Uang digunakan untuk slot, sabu, membiayai pacar dan keluarga pacarnya," jelas Bimo.
