Seorang bayi perempuan dibuang orangtuanya di pinggir jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap.
Pihak kepolisian telah memintai keterangan ibu bayi tersebut berinisial DW (27). DW juga telah menceritakan kronologi awal mula bayi tersebut dititipkannya ke pasangannya, RS (27).
Kasat Reskrim Polres Tapteng Iptu Dian Agustian Perdana mengatakan bayi malang itu merupakan hasil hubungan gelap antara RS dan DW.
"Dari hasil penyelidikan, bayi itu merupakan hasil hubungan luar nikah antara RS dan ibu kandungnya (bayi), DW," kata Dian, Minggu (11/10/2026).
Dian menjelaskan bahwa bayi itu dilahirkan DW secara sembunyi-sembunyi pada Maret 2026. Bayi tersebut diduga mengidap down syndrome dan TBC. Pada 1 Oktober 2025, DW menyerahkan bayi itu ke RS.
"1 Oktober 2026, karena kesulitan ekonomi, DW menyerahkan bayi yang (diduga) mengidap down syndrome dan TBC ini kepada RS," jelasnya.
Lalu, pada rentang waktu 1-8 Oktober 2026, RS menitipkan bayi tersebut di seorang pengasuh di Kecamatan Pandan. Namun, karena RS tak kunjung membayar biaya perawatannya, pengasuh pun mengembalikan bayi itu. Alhasil, pada 9 Oktober 2026, RS mengambil bayi itu dan membuangnya di pinggir jalan.
"Setelah bersitegang dengan pengasuh, RS membawa pergi bayinya dan menelantarkannya di pinggir jalan Sipange hingga ditemukan warga," sebutnya.
Perwira pertama Polri itu menyebut pihaknya kini tengah memburu RS yang diduga telah pergi melarikan diri.
"Kami telah memeriksa para saksi dan fokus melakukan pengejaran terhadap RS. Saat ini, kondisi bayi sudah mendapatkan perawatan medis serta perlindungan penuh dari pihak berwenang," pungkasnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Tapteng Iptu Anto Patar Limbong mengatakan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang melintas di lokasi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 06.00 WIB.
"Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, Umak Jelli Nainggolan (40), saat berada di pinggir jalan raya," ujarnya.
Warga kemudian mendatangi bayi tersebut dan mendapati kondisinya memprihatinkan. Saat ditemukan, bayi itu terbalut kain panjang yang sudah basah.
Penemuan bayi tersebut kemudian dikoordinasikan kepada Polsek Pandan untuk memastikan asal usul bayi tersebut serta kondisi bayi tersebut.
Simak Video "Video: Sejoli Pembuang Bayi di Ciamis Ternyata Rekan Satu Perusahaan"
(afb/afb)