Viral Petugas Keamanan Perusahaan diduga Tembak Warga Gegara Berondolan

Viral Petugas Keamanan Perusahaan diduga Tembak Warga Gegara Berondolan

Juita Sinuhaji - detikSumut
Minggu, 11 Okt 2026 09:28 WIB
Suasana saat warga menggeruduk salah satu perumahan perkebunan sawit di Labuhanbatu
Suasana saat warga menggeruduk salah satu perumahan perkebunan sawit di Labuhanbatu (Foto: Dok. Media Sosial)
Labuhanbatu -

Satu video memperlihatkan warga di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu menggeruduk salah satu perumahan perkebunan sawit. Video tersebut viral di sosial media.

Peristiwa itu terjadi karena ada seorang pria berinisial RA diduga dianiaya oknum petugas keamanan perusahan, gegara diduga mencuri berondolan sawit.

Berdasarkan dari video beredar pada Sabtu (10/10/2026), ada puluhan warga yang mendatangi perumahan perusahaan perkebunan sawit tersebut. Warga terlihat meluapkan kekesalan dan mempertanyakan keberadaan diduga pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat dugaan penembakan terhadap RA tersebut, menimbulkan kemarahan warga setempat hingga mencari pelaku dugaan penembakan ke perumahan perkebunan sawit tersebut.

Dalam unggahan itu, disebutkan RA masuk ke perkebunan dan diduga mengambil brondolan sawit. Kemudian korban diamankan petugas pengamanan, setelah itu korban keluar dari area itu dan ditemukan warga dengan keadaan terluka lalu dibawa ke Puskesmas Labuhanbilik.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemeriksaan puskesmas korban mengalami luka robek bagian kepala akibat benda tumpul, selain itu ada luka tembak bagian pinggang dan paha sebelah kanan hingga dibawa ke rumah sakit di Rantauparapat.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irawan, membenarkan peristiwa warga mengamuk sebagaimana yang ada di media sosial tersebut. Ia menyebut RA diduga mencuri berondolan sawit di perusahaan tersebut pada Jumat (9/10/2026).

"Memang telah terjadi pada pukul 14.30 WIB, diduga RA mencuri brondolan sawit," ujar AKP Aswin saat dikonfirmasi detikSumut, Sabtu (10/10/2026) malam.

AKP Aswin mengatakan saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses pendalaman terhadap kasus tersebut. Ia belum dapat memberikan informasi lebih rinci.

"Penyidik masih bekerja dan melakukan pendalaman dalam kasus ini," imbuhnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads