Lima siswi diduga melakukan perundungan atau bullying ke siswi kelas 6 SD di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Polisi bakal memediasi kasus tersebut.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga mengatakan pihaknya akan mengundang kedua belah pihak untuk dimediasi. Setelah sepakat berdamai, maka kasus tersebut akan diselesaikan secara restorative justice (RJ).
RJ itu rencananya akan digelar di Polrestabes Medan pada Jumat (9/10/2026). Dearma mengatakan bahwa kedua belah pihak juga sudah sempat dimediasi di kantor Lurah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana tindak lanjut, hari Jumat kami mediasikan untuk RJ, dan semua sudah sepakat. Sebelumnya memang sudah mediasi kekeluargaan tanggal di kantor lurah," kata Dearma saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (7/10)
Perwira pertama Polri itu mengatakan para pelaku mengaku perundungan itu berawal dari unggahan di media sosial.
"Gara-gara posting-an di medsos," kata Dearma.
Dearma menyebut ada lima orang yang diduga melakukan perundungan dan penganiayaan ke korban. Dari kelima pelaku itu, empat di antaranya telah dimintai keterangan di Unit PPA, Selasa (6/10).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui telah merundung korban.
Awalnya, salah satu pelaku membuat unggahan yang mengejek korban. Korban yang tak terima pun membalas mengejek pelaku.
Alhasil, hubungan keduanya pun memanas. Lalu, teman-teman pelaku mengompor-ngompori pelaku untuk mengajak korban bertemu di Jalan Brigjen Katamso itu hingga berujung perundungan.
"Iya (saling ejek). Lama-lama teman (pelaku) ini ngomporin, terakhir minta ketemu," pungkasnya.
"Di mana korban adalah anak di bawah umur dan juga pelaku juga kawannya sendiri yang mana anak di bawah umur juga," kata Harles, Senin (28/9).
Harles menyebut perundungan itu berawal saat terjadi cekcok antara para pelaku dan korban hingga berujung penganiayaan. Namun, Harles belum memerinci lebih lanjut terkait permasalahan keduanya itu.
Setelah kejadian itu, korban juga diancam oleh orang tua salah satu pelaku akan ditabrak menggunakan becak. Akibatnya, korban sampai ketakutan sekolah.
Simak Video "Video: Kepsek SD di Pemalang Dicopot Buntut Siswa Tewas Dibully Kakak Kelas"
[Gambas:Video 20detik] (fnr/mjy)
