Polisi Kejar-kejaran dengan Kurir Narkoba di Medan, 450 Pod Getar Disita

Polisi Kejar-kejaran dengan Kurir Narkoba di Medan, 450 Pod Getar Disita

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 08 Okt 2026 09:58 WIB
Vape narkoba yang disita polisi dari pelaku.
Foto: Vape narkoba yang disita polisi dari pelaku. (dok. Polrestabes Medan)
Medan -

Polisi terlibat aksi kejar-kejaran saat menangkap seorang kurir vape berisi kandungan narkoba atau yang kerap disebut pod getar, di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ada sebanyak 450 bungkus vape yang disita polisi.

"Narkoba kami temukan di kursi tengah mobil yang dikemudikan pelaku. (Ada) 320 pod getar merek King dan 130 pod getar merek Wukong," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Kamis (8/10/2026).

Rafli mengatakan pihaknya awalnya menerima informasi soal adanya mobil yang membawa narkoba. Polisi pun menyelidiki informasi itu dan mengidentifikasi keberadaan mobil tengah melintas di kawasan Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Senin (21/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai menemukan mobil tersebut, petugas kepolisian pun membuntutinya. Sayangnya, pelaku berusaha kabur usai menyadari dirinya dibuntuti petugas kepolisian.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran hingga sejauh 5 kilometer sebelum akhirnya pelaku ditangkap di Jalan Setia Budi, Medan.

ADVERTISEMENT

"Kami sempat membuntuti mobil pelaku. Namun, dalam proses pembuntutan gerak-gerak laju mobil pelaku semakin mencurigakan, sehingga kami putuskan melakukan penyergapan di Jalan Setia Budi Medan, setelah pembuntutan dan kejar-kejaran berlangsung sejauh 5 kilometer," ujarnya.

Polisi kemudian menggeledah mobil yang dibawa pelaku. Hasilnya, ditemukan vape nakoba sebanyak 450 bungkus di mobil yang dikemudikan pelaku RS (31), warga Aceh.

Selain narkoba, polisi juga menemukan beberapa lembar mata uang asing, mulai dari mata uang Malaysia, Singapura, Cina, hingga Mesir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Rafli, pelaku mengaku baru pertama kali menjadi kurir narkoba. Meski begitu, polisi masih mendalami keterangan tersebut.

Namun, polisi menduga kuat bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan utama narkoba Malaysia-Indonesia. Pasalnya, polisi menemukan rekam perjalanan pelaku yang bolak-balik dari Indonesia ke Malaysia. Kini, polisi tengah memburu pengendali jaringan tersebut yang diduga berada di Malaysia.

"Pelaku ini bolak-balik Indonesia ke Malaysia. Kami duga yang bersangkutan masuk dalam jaringan utama. Pelaku juga berupaya menghilangkan jejak komunikasi karena saat diringkus hal yang pertama kali dilakukan pelaku adalah merusak handphonenya sendiri," sebutnya.



(fnr/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads