5 Siswi Bully Anak SD-Ancam Tabrak di Medan Berawal dari Unggahan Medsos

5 Siswi Bully Anak SD-Ancam Tabrak di Medan Berawal dari Unggahan Medsos

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 07 Okt 2026 14:19 WIB
Ilustrasi bullying
Foto: Ilustrasi. (Thinkstock)
Medan -

Sejumlah siswi yang melakukan perundungan atau bully ke siswi kelas 6 SD di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) diperiksa polisi. Para pelaku mengaku perundungan itu berawal dari unggahan di media sosial.

"Gara-gara posting-an di medsos," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (7/10/2026).

Dearma menyebut ada lima orang yang diduga melakukan perundungan dan penganiayaan ke korban. Dari kelima pelaku itu, empat di antaranya telah dimintai keterangan di Unit PPA, Selasa (6/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui telah merundung korban.

"Semuanya mengakui (perbuatannya). Mereka (korban dan para pelaku) ini tinggal di lingkungan yang sama. Usia (para pelaku) 14 tahun ke bawah," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Perwira pertama Polri itu mengatakan salah satu pelaku awalnya membuat unggahan yang mengejek korban. Korban yang tak terima pun membalas mengejek pelaku.

Alhasil, hubungan keduanya pun memanas. Lalu, teman-teman pelaku mengompor-ngompori pelaku untuk mengajak korban bertemu di Jalan Brigjen Katamso itu hingga berujung perundungan.

"Iya (saling ejek). Lama-lama teman (pelaku) ini ngomporin, terakhir minta ketemu," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom mengatakan peristiwa itu terjadi Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Selasa (22/9). Setelah menerima informasi, Polsek Medan Kota menjemput korban untuk dimintai keterangan.

"Di mana korban adalah anak di bawah umur dan juga pelaku juga kawannya sendiri yang mana anak di bawah umur juga," kata Harles, Senin (28/9).

Harles menyebut perundungan itu berawal saat terjadi cekcok antara para pelaku dan korban hingga berujung penganiayaan. Namun, Harles belum memerinci lebih lanjut terkait permasalahan keduanya itu.

"Jadi, awal permasalahan ini terjadi cekcok antara korban dengan para pelaku. Diduga terjadi penganiayaan tersebut sehingga pelaku memukul korban yang dilakukan oleh lebih dari tiga orang pelaku. Mungkin ada ketersinggungan. Jadi, pelaku tersebut memukul sehingga si korban mengalami luka," jelasnya.

Setelah kejadian itu, korban juga diancam oleh orang tua salah satu pelaku akan ditabrak menggunakan becak. Akibatnya, korban sampai ketakutan sekolah.

"Pelaku juga diancam oleh salah seorang orang tua daripada si pelaku apabila si korban sekolah akan ditabrak oleh orang tua si pelaku menggunakan becaknya sendiri. Karena dengan trauma tersebut, si korban akhirnya ketakutan untuk ke sekolah," sebutnya.



(fnr/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads