Viral Siswi SMP di Siantar Dirundung hingga Mata Bengkak, Polisi Mediasi

Viral Siswi SMP di Siantar Dirundung hingga Mata Bengkak, Polisi Mediasi

Finta Rahyuni - detikSumut
Senin, 28 Sep 2026 11:37 WIB
Neglected lonely child against the white wall.  Little girl crying in the corner. Violence concept.
Ilustrasi perundungan (Foto: iStock)
Pematang Siantar -

Satu unggahan yang menunjukkan seorang siswi SMP diduga menjadi korban bullying atau perundungan di salah satu sekolah di Kota Pematangsiantar, viral di media sosial (medsos). Polisi kini telah memintai keterangan berbagai pihak, termasuk pihak sekolah.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Senin (28/9/2026), tampak ada seorang siswa perempuan yang tengah duduk di dalam rumah. Tampak, salah satu mata korban dalam kondisi bengkak. Siswi itu terlihat berulang kali mengusap matanya menggunakan tisu sambil menahankan rasa sakit.

Kapolsek Siantar Selatan Iptu Suhaira Marbun mengatakan pihaknya telah menerima informasi kejadian itu. Suhaira menyebut perundungan itu terjadi di SMPN 12 Pematangsiantar. Usai mendapat informasi tersebut, petugas kepolisian langsung turun dan mendatangi sekolah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya kasus viral di media sosial kasus bullying, kami langsung menindaklanjuti sebagai langkah cepat untuk memastikan fakta terkait video yang beredar di media sosial," kata Suhaira.

Suhaira mengatakan pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah pihak, di antaranya orang tua korban, pihak sekolah dan orang tua siswi yang melakukan penganiayaan itu.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, dugaan perundungan dan penganiayaan itu terjadi di ruang kelas 9/7 SMPN 12 Pematangsiantar, pada Jumat (25/9) sekira pukul 11.00 WIB. Korban dianiaya hingga mengalami bengkak di matanya sebelah kanan.

Setelah kejadian, pihak sekolah dan keluarga korban membawa korban ke RS Mata Siantar untuk mendapatkan pengobatan.

"Korban diketahui mengalami pembengkakan dan memar pada bagian mata sebelah kanan akibat kekerasan yang dialaminya," sebutnya.

Perwira pertama Polri itu menyebut bahwa pihak sekolah telah mempertemukan keluarga korban serta keluarga siswi yang melakukan penganiayaan itu untuk dimediasi. Orang tua siswi yang merundung korban juga telah menyampaikan permintaan maaf dan bersedia menanggung biaya pengobatan korban.

"Pihak sekolah kemudian melakukan mediasi antara kedua keluarga. Orang tua siswi yang melakukan kekerasan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan menyatakan kesediaan menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh," jelasnya.

Pihak kepolisian berharap tidak terjadi lagi aksi perundungan kepada siswa. Suhaira meminta agar kasus yang terjadi antarsiswa, dapat langsung disampaikan ke pihak sekolah.

"Persoalan antarsiswa diharapkan segera disampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian sehingga dapat ditangani secara tepat. Kami juga mengimbau seluruh pihak agar persoalan ini menjadi pembelajaran bersama untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah," pungkasnya.



(fnr/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads