Polisi mengungkap motif dan peran dua pelaku kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Wakil Rektor IT&B Karo berinisial AS (38). Sebelumnya, korban ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Kasubdit III Jatanras Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba mengatakan kedua pelaku yakni ABRS (25) dan MRS (37) melakukan aksi pencurian dengan kekerasan karena motif ekonomi.
"Karena tidak ada lagi uang," kata Jama saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Jama mengatakan, ABRS yang merupakan mantan pekerja proyek perumahan di kompleks tempat tinggal korban, lalu mengusulkan kepada pelaku MRS untuk mencuri di rumah AS. Pasalnya saat bekerja di lokasi tersebut, ABRS mengetahui kondisi rumah korban, termasuk AS yang tinggal seorang diri.
Sehingga kedua pelaku sepakat menargetkan rumah korban sebagai sasaran pencurian.
"ABRS pernah bekerja di kompleks perumahan di TKP. Pada saat bekerja di proyek perumahan, ABRS mengetahui bahwa korban tinggal sendiri," ujarnya.
Saat beraksi kedua pelaku melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Sehingga pelaku melakukan tindak pidana pencurian dan pembunuhan di rumah korban," jelasnya.
Dalam kasus tersebut, ABRS disebut melakukan kekerasan dengan mencekik leher menggunakan tangan dan memukuli tubuh korban.
"ABRS melakukan kekerasan, mencekik leher korban dengan tangan dan memukuli badan korban," katanya.
Simak Video "Video: Bu Guru di OKU Selatan Ditusuk Pelajar SMP hingga Tewas "
(mjy/mjy)