Mantan calon Wali Kota Sibolga M Fadhil Thoib Hutagalung (31) dua kali membuat laporan atas dugaan kasus teror dari orang tak kenal (OTK) di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kini, polisi tengah mendalami keterkaitan kedua laporan itu.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
"Sudah cek TKP," kata Adrian, Kamis (24/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrian mengatakan peristiwa itu masih dalam proses penyelidikan. Penyidik juga tengah mendalami apakah kejadian pertama yang diduga dialami Fadhil ini sama dengan pelemparan yang terjadi baru-baru ini.
"Lagi penyelidikan, termasuk mendalami apakah ada kaitan kasus pertama 1 dan kasus 2," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Fadhil mengaku rumahnya di Kota Medan, dilempari oleh OTK. Akibatnya, mobil miliknya yang terparkir di teras rumah, rusak
Fadhil mengatakan peristiwa itu terjadi di rumahnya di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, sekira pukul 03.25 WIB tadi. Saat itu, di rumah tersebut ada istri, anak dan keluarganya. Sementara Fadhil tengah berada di luar kota.
"Untuk yang di rumah ada enam orang," kata Fadhil, Jumat (11/9).
Berdasarkan hasil pengecekan CCTV, kata Fadhil, ada empat orang yang diduga terlibat dalam pelemparan itu. Keempat orang tersebut datang dengan menaiki dua sepeda motor.
Istri Fadhil, Tifani Lova (30) mengatakan dugaan pelemparan batu itu baru disadari olehnya saat hendak mengantar anaknya sekolah sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, Tifani melihat ada batu dan bekas pecahan mobil.
Tifani menyebut batu tersebut sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu itu mengenai bagian kaca depan mobil mereka.
"Jadi, waktu mengantar anak sekolah jam 06.30 WIB, kelihatan langsung batu sama pecahan kaca mobil. Dua kali (dilempar)," kata Tifani.
Kembali ke Fadhil. Dia menyebut pada Oktober 2023 juga ada OTK yang membakar mobil yang sama miliknya itu. Saat itu, dia mengaku tengah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Sibolga.
Pada saat pembakaran, Fadhil dan keluarganya masih tinggal di Kecamatan Medan Helvetia dan mobil tersebut terparkir di teras rumahnya. OTK tersebut, kata Fadhil, menyiramkan bensin dari luar pagar, lalu menyalakan api. Dia menyebut letugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api.
"Pada awal 2023 itu, rumah saya di Helvetia. Pada saat itu saya mencalonkan Wali Kota Sibolga diusung dari Partai Gerindra. Kejadiannya 2023 jam 00.10 WIB, waktu itu mobil saya dibakar, mobil yang sama. Pemadam Pemko pun datang pada saat itu," jelasnya.
Setelah kejadian itu, Fadhil dan keluarganya memutuskan untuk pindah rumah ke Jalan Setia Budi. Lalu, 4 bulan belakangan, keluarganya pindah lagi ke Jalan Merpati tersebut.
Atas dugaan pembakaran di 2023 itu, kata Fadhil, dia sudah melaporkannya ke Polsek Medan Helvetia. Namun, Fadhil mengaku tidak ada perkembangan laporan tersebut.
"Jadi, saya waktu itu tidak mau menduga-duga, biarkan proses hukum berlanjut. Terus sampai sekarang belum ada prosesnya," kata Fadhil.
Terkait dengan pelemparan batu ini, istri Fadhil telah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor: STTLP/B/3922/IX/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Fadhil mengaku tidak mengetahui motif pembakaran dan pelemparan rumahnya itu. Dia pun berharap kejadian ini bisa diusut oleh petugas kepolisian.
