Bentrokan Setokok Batam, Polda Kepri Terima Laporan Pengeroyokan

Kepulauan Riau

Bentrokan Setokok Batam, Polda Kepri Terima Laporan Pengeroyokan

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei saat memberikan keterangan.
Foto: Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei saat memberikan keterangan. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Polisi terus mengusut kasus bentrokan dua kelompok di Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yang menewaskan dua orang. Dalam perkembangan terbaru, Polda Kepri menerima laporan dugaan pengeroyokan dari tiga korban yang mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei mengatakan penyidikan kasus tersebut kini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan yang dibuat para korban.

"Rekan-rekan dari Lang Laut juga telah membuat laporan polisi di Polda Kepulauan Riau yang mana laporan dibuat oleh para korban dari peristiwa tersebut," kata Nona, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nona mengatakan terdapat tiga korban yang membuat laporan polisi. Ketiganya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan masih menjalani perawatan.

"Ada tiga korban saat ini yang membuat laporan polisi atas peristiwa Setokok karena mereka mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan juga secara intensif," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Nona, penyidik masih membutuhkan waktu untuk melengkapi proses penyidikan. Di antaranya pemeriksaan visum terhadap para korban serta meminta keterangan dari saksi-saksi lainnya.

"Saat ini tim penyidik sedang melakukan proses penyidikan, sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mungkin kita perlu minta waktu lagi untuk proses penyidikan lebih lanjut terkait dengan pemeriksaan visum terhadap para korban dan juga permintaan keterangan para saksi yang lainnya," jelasnya.

Nona menjelaskan, saat ini terdapat dua kelompok laporan polisi yang berkaitan dengan peristiwa Setokok. Dua laporan berada di tingkat Polresta Barelang, sedangkan satu laporan dibuat di Polda Kepri.

"Kalau yang di Polresta itu kan ada dua laporan polisi, kemudian yang di Polda-nya ada satu laporan polisi. Tapi atas nama korban ada tiga orang yang mengalami luka akibat peristiwa pengeroyokan tersebut," Ujarnya.

Laporan yang diterima Polda Kepri tersebut dibuat 14 September 2026. Polisi kemudian meningkatkan penanganannya ke tahap penyidikan.

"Kalau saya tidak salah antara hari Selasa atau Rabu lalu. Jadi dua atau tiga hari lalu itu sudah ada laporannya, tetapi memang oleh tim penyidik sedang melakukan penyelidikan pada saat itu. Namun sekarang sudah dilakukan penyidikan," ujarnya.

Sejauh ini, sekitar 10 orang telah dimintai keterangan oleh penyidik dalam perkara tersebut.

"Sudah diminta keterangan saksi mungkin kurang lebih ada sekitar 10 orang," kata Nona.

Dia memastikan laporan yang dibuat di Polda Kepri berkaitan dengan dugaan pengeroyokan.

"Laporannya adalah pengeroyokan," tegasnya.

Selain keterangan saksi dan pemeriksaan terhadap korban, polisi juga telah mengamankan barang bukti. Salah satunya berupa sebuah mobil.

"Barang bukti mungkin sementara kemarin yang media lihat sendiri ya. Kira-kira itu ada satu, sebuah mobil yang disita dari salah seorang dari terlapor," ujar Nona.

Sementara itu, terkait perkara bentrokan yang ditangani Polresta Barelang, sebelumnya polisi telah menetapkan dan menahan tiga orang tersangka.

"Penanganan perkara tersebut dilakukan secara terpisah sesuai laporan polisi yang dibuat terkait rangkaian peristiwa bentrokan di Setokok," ujarnya.

Nona mengatakan Kapolda Kepri menegaskan komitmen untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

"Yang pasti sebagaimana kemarin yang sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda juga bahwa Bapak Kapolda akan melakukan proses penegakan hukum secara profesional dan transparan kepada masyarakat," ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperkeruh situasi.

"Kita berharap bahwa tidak ada provokasi-provokasi dan juga premanisme yang ada di wilayah Polda Kepulauan Riau sehingga situasi keamanan kamtibmas yang ada di wilayah Kepri itu tetap terjaga dan kondusif," pungkasnya.

Keterangan foto:
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei saat memberikan keterangan. (Alamudin)


(Alamudin Hamapu/Kontributor Kepri)

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Pijat Spa dan Perawatan Tubuh untuk Relaksasi di Batam "
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads