Bentrok dua kelompok karena rebutan lahan kelapa sawit pecah di Desa Muara Langsat, Kuantan Singingi, Riau. Akibatnya, sembilan orang luka bacok.
Informasi diterima detikSumut, bentrokan antar kelompok Jordan dan Kelompok 80 terjadi pada Minggu (6/9) pagi. Keduanya bentrok terkait penguasaan lahan.
Dalam foto dan video yang beredar terlihat sejumlah pria mengalami luka bacok pada bagian tangan hingga punggung. Ada juga korban dilarikan ke puskesmas akibat kena panah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentrok ini antara kelompok Jordan dan Kelompok 80. Jadi mereka menyebutnya memang Kelompok 80," terang Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, Senin (7/9/2026).
Hidayat mengungkap sebelum bentrokan pecah, pihak kepolisian sudah meminta kedua pihak menyelesaikan secara damai. Apalagi, ada persoalan perdata yang saat ini sedang ditempuh.
Mirisnya, massa bentrokan justru bukanlah warga setempat. Mereka yang menyebut dirinya 'Kelompok 80' diduga orang sewaan dari Pekanbaru.
"Jadi ini bukan masyarakat dari Kuansing, mereka sewaan yang didatangkan sehari sebelumnya dari Pekanbaru. Ditampung di rumah salah seorang inisial S," ujar Hidayat.
Akibat bentrokan, total ada sembilan orang mengalami luka bacok hingga tangan nyaris putus. Polisi sendiri telah mengamankan lokasi untuk mencegah terjadi bentrokan susulan.
Tidak hanya itu saja, tim Satreskrim Polres Kuansing juga tengah mengusut penyebab bentrok. Termasuk mengamankan pelaku penganiayaan dan sejumlah barang bukti di lokasi.
"Pelaku sudah diamankan satu orang, peran sebagai pelaku penganiayaan. Korban belum bisa kami mintai keterangan karena masih di rawat, korban total sembilan orang dan barang buktinya ada parang, besi sama kayu," imbuh Kapolres.
Hidayat memastikan konflik terjadi sudah lama. Adapun objek yang diperebutkan adalah lahan sawit yang diperkirakan seluas 80 hektare di Desa Muara Langsat, Sentajo Raya.
