Dua pria yang diduga membawa senjata api (senpi) merampok salah satu warung di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Penjaga warung itu sempat diancam akan ditembak oleh para pelaku.
Peristiwa itu terjadi di salah satu patung yang berada di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (2/9/2026).
Penjaga warung bernama Muslihun (31) mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.52 WIB. Saat kejadian, Muslihun memang tengah menjaga warung yang buka 24 jam itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tengah bermain ponsel, tiba-tiba ada dua orang yang datang dengan menggunakan sepeda motor dan langsung masuk ke dalam warung.
"Tiba-tiba, mereka (para pelaku) datang pakai motor. Keduanya pakai masker, helm dan jaketnya juga sama. Dua orang, satu bawa pistol," kata Muslihun saat diwawancarai di warung tersebut, Kamis (3/9).
Dia menyebut salah satu pelaku tanpa basa-basi langsung menodongkan senjata yang diduga senpi ke arahnya agar ia tidak berteriak. Pelaku mengancam akan menembaknya jika ia berteriak.
"Kata mereka, 'kalau teriak ku tembak'. Makanya saya pasrah saja," jelasnya.
Sementara satu pelaku lagi mendekati meja kasir dan mengambil uang yang berada di laci. Muslihun menyebut uang yang diambil pelaku itu sekitar Rp 700 ribu.
Pelaku sempat marah karena uang di laci itu sedikit. Pelaku lalu meminta korban untuk menyerahkan uang lainnya. Namun, korban mengaku sudah tidak memiliki uang lagi karena baru saja berbelanja beras untuk stok di warung.
Merasa kurang, para pelaku lalu mengambil 6 bungkus rokok dari warung itu. Setelah itu, para pelaku pergi meninggalkan warung itu usai melihat ada warga yang ingin berbelanja ke warung tersebut.
"Jadi, kejadiannya cepat memang, paling satu menit," sebutnya.
Muslihun menduga para pelaku memang sudah merencanakan aksi perampokan itu. Sebab, para pelaku juga sudah menyiapkan plastik yang digunakan untuk tempat uang curian itu.
Setelah kejadian, Muslihun pum melaporkannya kepada bosnya. Pihaknya rencananya akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Meski begitu, dia menyebut sudah ada personel kepolisian yang datang untuk melakukan pengecekan. Dia berharap perampokan seperti ini tidak lagi menyasar warung lainnya.
"Baru kali ini terjadi begitu. Kami cek CCTV berkali-kali, pelat motornya nggak ada. Mudah-mudahan cukup kami saja korbannya di sini," sebutnya.
Kapolsek Patumbak AKP M Tommy Franata mengatakan sejauh ini pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.
"Kami tengah menyelidikinya," kata Tommy saat dikonfirmasi detikSumut.
