Seorang nenek bernama Maria (86) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tewas akibat dibakar cucunya yang bernama Merin (27). Sebelumnya korban disiram oleh pelaku pakai bensin hingga menyebabkan api dari kompor yang menyala menyambar tubuh Maria.
Dilansir detikSumbagsel, peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/8/2026) pagi di rumah korban yang berada di Jalan Batujajar, Lorong Jambu, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang. Korban saat kejadian sedang menggoreng gorengan di dapur.
Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Alex Andriyan mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat melalui layanan 110 terkait peristiwa kebakaran tersebut sekitar pukul 06.50 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesampainya di TKP, personel mendapati satu rumah yang bagian belakangnya telah terbakar," kataya dalam keterangan, Sabtu (29/8/2026).
Kata Alex, setelah kejadian, Merin yang merupakan cucu Maria, langsung dibawa ke RS Ernaldi Bahar Palembang dengan didampingi orang tuanya.
"Kasus tersebut kini masih ditangani Polsek Sukarami Palembang," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan korban selamat, Katarina (51), bermula saat Maria berada di dapur pada pukul 06.00 WIB. Tak lama kemudian, Merin datang dan tanpa diduga menyiramkan bensin ke arah korban.
Akibatnya tubuh Maria seketika terbakar. Tak hanya itu, api pun turut membakar bagian dapur rumah.
"Katarina yang berada di lokasi juga ikut terkena sambaran api. Dia kemudian berteriak meminta pertolongan," ujarnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan coba membantu memadamkan api. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Anak korban, Agustina (47) mengatakan saat kejadian Merin datang ke dapur sambil marah-marah dan berbicara tidak jelas.
"Posisi di dapur ada ibu saya dan kakak di kamar mandi. Pelaku ini datang sambil ngoceh-ngoceh tidak jelas. Ibu saya mengetuk pintu kamar mandi tanya ke kakak sudah apa belum, tapi pelaku mungkin belum terlampiaskan marahnya dilemparkan minyak ke ibu saya," ujar Agustina saat ditemui, Sabtu.
Agustina mengatakan dirinya sempat mematikan kompor yang ada di dekat korban. Kemudian dia pergi membangunkan anak-anaknya untuk bersiap sekolah.
Namun, saat balik ke dapur, Agustina mendengar suara api menyambar. Di sana ia melihat ibunya sudah tergeletak di lantai dalam kondisi terbakar.
"Begitu saya masuk ruangan dapur, ada suara api nyambar. Ternyata kompor yang saya pakai untuk goreng pempek masih hidup. Karena ruangan di dapur tertutup, jendela dan pintu belum dibuka, mungkin api menyambar," katanya.
Agustina pun langsung berusaha memadamkan api yang membakar tubuh ibunya. Dia melepas pakaian korban dan meminta pertolongan warga.
"Saya kaget dan buka pakaian ibu karena api sudah membakar tubuhnya sampai rambut habis. Saya buka pakaian dan baru bisa dipadamkan apinya, saya teriak minta bantuan warga sekitar," ujarnya.
Maria kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, setelah beberapa jam menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB.
"Rencananya besok akan dikebumikan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detikSumbagsel, baca selengkapnya di sini
