2 Remaja Bakar Madrasah di Gunungkidul gegara Dendam Di-bully

Regional

2 Remaja Bakar Madrasah di Gunungkidul gegara Dendam Di-bully

Tim detikJogja - detikSumut
Senin, 24 Agu 2026 13:58 WIB
Petugas saat mendatangi lokasi MI Yappi di Natah, Nglipar, Gunungkidul yang diduga dibakar oleh orang tidak dikenal, Rabu (19/8/2026).
Madrasah di Gunungkidul dibakar 2 remaja. (Foto: dok. Polsek Nglipar)
Gunungkidul -

Dua remaja yang diduga terlibat dalam pembakaran gedung madrasah di Gunungkidul. Keduanya mengaku melakukan aksi tersebut karena menyimpan dendam setelah pernah menjadi korban perundungan. Meski demikian, kepolisian masih mendalami kebenaran pengakuan tersebut.

Peristiwa pembakaran terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi, Natah, Nglipar, Gunungkidul, pada Rabu (19/8) pagi. Kebakaran menghanguskan dua ruangan, yakni dapur dan ruang guru.

Setelah kejadian tersebut, polisi mengamankan dua kakak beradik perempuan yang masing-masing berusia 14 dan 15 tahun. Berdasarkan keterangan awal, sang kakak disebut mengajak adiknya membakar madrasah karena merasa dendam akibat pernah mengalami perundungan atau bully.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motifnya kekecewaan dan berujung dendam karena pelaku yang 15 tahun pernah jadi korban bullying sesama murid, maupun ada pemukulan daripada guru," Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto di Polres Gunungkidul, dilansir detikJogja, Jumat (21/8/2026).

Peristiwa perundungan yang disampaikan pelaku disebut terjadi sekitar tujuh tahun lalu, ketika kakak dari kedua remaja tersebut masih bersekolah di madrasah itu. Pelaku juga mengaku berhenti bersekolah di MI tersebut karena mengalami perundungan.

ADVERTISEMENT

"Jadi sebetulnya anak ini dulu pernah sekolah di tempat tersebut, namun kelas satu atau kelas dua sudah tidak melanjutkan sekolah di situ," ujarnya.

Namun, Tri menegaskan keterangan tersebut masih sebatas pengakuan dari pelaku dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi masih akan melakukan pendalaman terkait dugaan perundungan tersebut.

"Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut. Nah, kalau itu benar akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

"Dendam, dia hanya menyampaikan dendam, dia jengkel. Bahkan sebetulnya dia pernah mengambil beberapa barang salah satunya jilbab di sekolah itu," katanya.

Kepolisian menyebut aksi pembakaran itu dilakukan secara spontan. Saat itu, pelaku berusia 15 tahun disebut mengajak adiknya melakukan pembakaran dengan tujuan membuat peristiwa tersebut menjadi perhatian banyak orang.

"Spontan. Jadi ketika itu mengajak adiknya spontan, 'Kalau ini kita bakar pasti nanti jadi ramai' kata yang usia 15 tahun," ucapnya.

Polisi juga memperoleh keterangan bahwa bahan bakar berupa solar yang digunakan dalam aksi tersebut berasal dari rumah kedua remaja itu.

"Dari keterangan, solar didapatkan dari rumah kedua pelaku. Jadi dulu rumahnya pernah dapat bedah rumah dan ada sisa solar untuk penerangan (bahan bakar diesel)," ujarnya.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads