307 WNI Dipulangkan dari Malaysia ke Batam

307 WNI Dipulangkan dari Malaysia ke Batam

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 18 Agu 2026 14:21 WIB
Sebanyak 307 WNI dipulangkan dari Johor, Malaysia, ke Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/8/2026)
Sebanyak 307 WNI dipulangkan dari Johor, Malaysia, ke Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/8/2026) (Foto: KJRI)
Batam -

Sebanyak 307 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari Johor, Malaysia, ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada hari ini. Dari jumlah tersebut, empat diantaranya merupakan nelayan asal Kepulauan Anambas sempat terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari sebelum diselamatkan otorita Malaysia

Pemulangan 307 WNI itu difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bersama Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya. Pemulangan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam satu hari melalui Johor.

"Dari 307 WNI yang dipulangkan, sebanyak 300 orang merupakan tahanan imigrasi yang dipulangkan melalui Program M JIM Putrajaya. Sementara tujuh lainnya terdiri atas empat nelayan asal Kepulauan Anambas, dua pekerja migran Indonesia (PMI) dalam kondisi rentan, dan seorang anak berusia 10 tahun," kata Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Jati H. Winarto, Selasa (18/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemulangan para WNI dilakukan dalam tiga gelombang melalui Pelabuhan Stulang Laut dan Terminal Feri Pasir Gudang menuju Batam Center. Gelombang pertama membawa tujuh WNI menggunakan feri Citra Legacy 5 dari Stulang Laut pada pukul 07.30 waktu setempat. Mereka terdiri atas empat nelayan, dua PMI rentan, dan seorang anak WNI.

"Selanjutnya, dua gelombang lainnya merupakan bagian dari Program M. Sebanyak 150 WNI, terdiri atas 130 laki-laki dan 20 perempuan, diberangkatkan dari Pasir Gudang pukul 10.30 menggunakan feri MDM Express 2," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kapal yang sama kemudian membawa 150 WNI lainnya, terdiri atas 98 laki-laki dan 52 perempuan, pada pukul 14.30. Secara keseluruhan, rombongan terdiri atas 234 laki-laki dewasa, 72 perempuan, dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

"Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran yang membuka mata. Ke depan, mari kita jadikan ini sebagai cerita yang mengingatkan sesama: bekerja di luar negeri harus melalui jalur resmi, aman, dan terlindungi," kata Jati.

Jati menjelaskan Empat nelayan asal Kepulauan Anambas yang dipulangkan tersebut masing-masing berinisial HY, AS, SB, dan AW. Mereka selamat setelah terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.

Jadi mereka sempat terombang-ambing hingga ke wilayah Malaysia," Ujarnya.

Keempat nelayan berangkat dari Desa Air Sena, Kepulauan Anambas, pada 1 Agustus 2026 menggunakan KM Samudra Jaya Makmur menuju Batam. Kapal tersebut mengangkut ikan hidup.

"Namun, sehari kemudian mesin kapal mati. Keempat awak kapal kemudian terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari," ujarnya.

Pada 6 Agustus, sebuah kapal nelayan berbendera Malaysia menemukan mereka dan membawa keempatnya ke pelabuhan perikanan di Pahang. Nelayan Malaysia yang melakukan penyelamatan kemudian menghubungi Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Pahang.

"APMM selanjutnya menginformasikan penemuan tersebut kepada KJRI Johor Bahru dan meminta perwakilan Indonesia menangani proses pemulangan mereka. Pada 9 Agustus, KJRI Johor Bahru menjemput keempat nelayan tersebut untuk menjalani proses administrasi sebelum kembali ke Indonesia," ujarnya.

Selain empat nelayan, dua PMI berinisial WYK dan OM juga dipulangkan dalam kondisi rentan. Keduanya mengalami stroke dan terlantar di Malaysia.

"Otoritas Malaysia kemudian menyerahkan keduanya kepada KJRI Johor Bahru untuk mendapatkan pendampingan sebelum dipulangkan ke Indonesia," ujarnya.

Seorang anak laki-laki berinisial LTJ(10) juga termasuk dalam tujuh WNI yang dipulangkan dalam kondisi khusus. LTJ berada di Malaysia tanpa pengasuhan orang tua secara langsung.

"Ibunya diketahui bekerja sebagai PMI di Hong Kong, sedangkan keberadaan ayahnya belum diketahui," ujarnya.

Sebelum pemulangan, KJRI Johor Bahru membantu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), penyelesaian administrasi, serta pembayaran denda keimigrasian bagi WNI yang memerlukannya. Satgas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru turut mendampingi proses keberangkatan.

"Berdasarkan daerah asal, lima provinsi dengan jumlah WNI terbanyak dalam pemulangan kali ini ialah Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat,"ujarnya.

Sepanjang 2026 hingga akhir Juli, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi repatriasi dan deportasi dengan total 3.920 WNI dari wilayah kerjanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Membuat Camilan Unik dari Buah Naga di Batam dan Menikmati Rasa Nikmatnya"
[Gambas:Video 20detik] (afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads