Komisi III DPR RI akan ikut mengawal kasus tewasnya WL (35) yang merupakan mantan istri oknum polisi inisial Brigadir I diduga bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tidak hanya itu Komisi III juga meminta agar Polda Sumut mengusut tuntas kasus tersebut.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman awalnya menyebut ada keraguan dan kejanggalan yang dirasakan keluarga korban atas tewasnya WL. Karena itu, Polda Sumut perlu mengusut tuntas kasus itu.
"Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, kami mendesak Polda Sumatera Utara beserta seluruh jajaran kepolisian yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas dan secara transparan," kata Habiburokhman dikutip detikNews Jumat (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habiburokhman meminta proses penyelidikan dilakukan objektif dengan pendekatan scientific crime investigation. Habiburokhman menyebut asal usul kepemilikan senjata api itu juga harus diungkap.
"Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutupi. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah (scientific crime investigation). Asal-usul kepemilikan dan penggunaan senjata api dalam peristiwa ini juga harus diungkap secara terang benderang," ujar Habiburokhman.
Komisi III DPR, kata Habiburokhman, akan terus mengawal penanganan kasus ini. Pihaknya akan memastikan keadilan bagi korban dan keluarga.
"Komisi III DPR RI akan terus mengawal jalannya penanganan kasus ini demi memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya, serta menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi di salah satu perumahan di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi kini masih mendalami motif korban diduga nekat mengakhiri hidupnya.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan jasad korban telah selesai diautopsi. Hasilnya menunjukkan adanya luka tembak di bagian kepala korban.
"Hasil autopsi, ada satu luka tembak yang berada di bagian kepala, tapi nanti mungkin ahli saja yang menjelaskan," jelasnya.
"(Senpi) jenis revolver," imbuhnya.
