Hasil Labfor soal Senpi Dipakai Mantan Istri Polisi di Medan Bunuh Diri

Hasil Labfor soal Senpi Dipakai Mantan Istri Polisi di Medan Bunuh Diri

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 03:00 WIB
Kabid Labfor Polda Sumut Kombes Rio Nababan.
Kabid Labfor Polda Sumut Kombes Rio Nababan. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Laboratorium forensik (Labfor) Polda Sumut memeriksa senjata api (senpi) yang dipakai mantan istri polisi di Medan, L (30) untuk bunuh diri. Hasilnya, proyektil yang ditemukan di tubuh korban identik dengan peluru di senpi itu.

"Untuk senjata api, kami telah melakukan pemeriksaan. Senjata api tersebut adalah jenis revolver kaliber 38, di mana tembakan kami lakukan untuk mengambil sampel terhadap senjata yang sama dan amunisi yang ada sisa di dalam chamber-nya," kata Kabid Labfor Polda Sumut Kombes Rio Nababan, Kamis (6/8/2026).

Rio menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan antara proyektil yang berada di tubuh korban dengan yang ada di senpi itu, hasilnya identik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bandingkan dengan yang sudah dilakukan pengambilan proyektil yang ada di tubuh korban. Hasilnya identik bahwa proyektil yang ada di dalam tubuh korban tersebut berasal dari senjata yang diperiksakan oleh penyidik kepada kami," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Perwira menengah Polri itu mengatakan pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa hal lainnya. Pertama, melakukan pengujian swab ke jasad korban dan mantan suaminya, Brigadir I untuk mengecek residu peluru.

"Kalau seseorang menembakkan senjata api, kemudian amunisi itu terbakar, menghasilkan gas tinggi, mengakibatkan lontaran-lontaran partikel mikroskopis yang akan melekat di tangan, di tubuh, di pakaian, dan juga benda-benda di sekitarnya. Hasil usap terhadap kedua orang tersebut, untuk mantan suami kami nyatakan negatif. Tidak ada jejak tembakan sama sekali di tubuhnya. Sementara untuk korban, itu ada jejak yang berada di tangan sebelah kanan dan juga di sekitar leher," jelasnya.

Selain itu, tim Labfor juga memeriksa pakaian korban dan Brigadir I. Hasilnya, ditemukan jejak tembakan di pakaian korban.

"Kami juga memeriksa pakaian. Pakaian untuk suami, setelah kami lakukan pemeriksaan laboratoris, juga menghasilkan hasil yang negatif terhadap adanya jejak tembakan atau gunshot residue (GSR) tersebut. Namun, di pakaian yang dipakai oleh korban itu terdapat jejak yang paling banyak adalah di pundak sebelah kanan pakaiannya," pungkasnya.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads