Kata Dokter Forensik soal Peluru Tak Tembus Kepala Eks Istri Polisi di Medan

Kata Dokter Forensik soal Peluru Tak Tembus Kepala Eks Istri Polisi di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 06 Agu 2026 21:41 WIB
Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan dr Mistar Ritonga (kanan). (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan dr Mistar Ritonga (kanan). (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Keluarga mantan istri polisi berinisial L (30) mengaku heran karena tembakan yang dilakukan L menggunakan senjata api (senpi) jenis revolver, tak sampai menembus kepala korban. Begini penjelasan dokter forensik terkait hal itu.

Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan dr Mistar Ritonga mengatakan bahwa kecepatan peluru itu bisa dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, kecepatan peluru bisa saja melambat jika mengenai benda lain. Untuk diketahui, dr Mistar adalah dokter yang memeriksa jasad korban sejak awal.

"Jadi, seperti kita ketahui sebenarnya, untuk kecepatan anak peluru itu kan banyak faktor yang memengaruhinya. Jadi, kalau dia bergerak, kalau misalnya dia ada bias ataupun gesekan-gesekan ke benda lain, tentu kecepatannya itu akan melambat," kata Mistar saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kasus penembakan yang dialami korban, kata Mistar, peluru sempat mengenai tulang tengkorak korban. Alhasil, peluru tidak sampai menembus kepala korban.

"Jadi kalau pada kasus ini, kenyataannya itu, dia (peluru) melalui beberapa yang keras, tulang. Dari luka tembak masuk di sebelah kanan, itu malah dia menelusuri dasar tengkorak kepalanya itu sampai retak malah, baru dia menembus ke sebelah kiri. Jadi, tenaganya itu sudah tidak kuat lagi untuk menembus, dia terhenti di bawah kulit," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Mistar menyebut bahwa dari luka yang dialami korban, L menembakkan senjata itu dari jarak dekat.

"Hasil pemeriksaan kami secara langsung pada korban, kami jumpai ciri-ciri luka tembaknya itu adalah luka tembak tempel. Luka tempel itu berarti senjatanya menempel ke kulit," kata Mistar.

Dia juga menjelaskan bahwa tipe luka akibat tembakan itu ada empat jenis, yakni luka tembak tempel, luka tembak dekat, dan luka tembak sangat dekat dan luka tembak jauh.

"Jadi, luka tembak itu sendiri ada ciri-ciri khasnya untuk menentukan apakah luka tembaknya itu luka tembak tempel, luka tembak sangat dekat, luka tembak dekat, dan luka tembak jauh," jelasnya.

Sebelumnya, Adik korban, Ica (29) mengaku heran karena tembakan itu tidak sampai menembus kepala korban. Padahal senjata yang digunakan adalah senpi.

"Kalau memang bekas tembakan, itu kan biasanya tembus. Kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya, ini nggak, hanya ini (bagian depan wajah) dipotong. Terus bagaimana dia (korban) belajar memakai itu? kan dia orang awam, tidak tahu cara memakainya," kata Ica, saat diwawancarai di rumah duka, Rabu (5/8).



(fnr/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads