Polisi Observasi Kejiwaan Wanita Bunuh Ibu Kandung di Siantar

Polisi Observasi Kejiwaan Wanita Bunuh Ibu Kandung di Siantar

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 09 Jul 2026 18:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi. (Foto: Rachman Haryanto).
Pematangsiantar -

Wanita berinisial M (50) yang diduga mengalami gangguan jiwa membunuh ibunya di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), Barinim Sirait (85). Kini, pelaku telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof M Ildrem di Medan untuk observasi kejiwaan.

"Pelaku ini kami kirim ke RSJ di Medan untuk diobservasi. Kemungkinan dalam 14 hari baru keluar hasil observasi dari spesialis kejiwaan," kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (9/7/2026).

Sandi mengatakan bahwa sebelum dibawa ke Medan, pelaku sudah lebih dulu dibawa ke RS Djasamen Saragih untuk pemeriksaan kejiwaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku diduga memang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang ada gangguan kejiwaan. Pas kami ke RS Djasamen Saragih, bahwa terduga pelaku sudah ada sekitar 9 tahun lalu itu ditetapkan (mengalami) gangguan jiwa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sandi mengatakan korban mengalami sejumlah luka-luka di tubuhnya, di antaranya di bagian kepala serta luka benda tajam di punggung dan kaki. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Sandi, pelaku diduga melukai ibunya menggunakan gunting dan batu.

"Luka di kepala, punggung, sama kaki. (Luka) sayatan sama luka tusuk di punggung dan ada luka pukul di kepala juga," kata Sandi.

Dari informasi warga, korban dan pelaku tinggal berdua saja di rumah itu. Atas kejadian ini, pihak keluarga menolak jasad korban dilakukan autopsi karena meyakini bahwa korban dibunuh oleh pelaku.

Perwira pertama Polri itu menyebut pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan itu. Sebab, pihak kepolisian juga belum sempat memeriksa pelaku karena sudah lebih dulu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan.

"Sementara dari keluarga itu minta nggak diautopsi karena mereka berpendapat yang melakukan ini adalah anaknya (korban) yang mengalami gangguan jiwa," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy J Manalu mengatakan pembunuhan itu terjadi di Jalan Cendawan, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (8/7) tadi. Pembunuhan itu diketahui usai salah seorang warga hendak mengantar undangan pesta ke rumah korban.

Saat warga tersebut menggedor rumah korban, M pun membukakan pintu. Lalu, saat saksi menyerahkan undangan itu, saksi melihat tangan M berlumuran darah.

Saksi pun menanyakan alasan tangan M berdarah. Saat itu, M pun mengaku telah membunuh orangtuanya.



(agse/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads