Dua bocah kakak beradik diduga menjadi korban penyiraman air keras di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Akibat insiden tersebut, keduanya mengalami luka serius dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong. Korban diketahui berinisial RPF (9) dan adiknya KSHZ (5).
Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansyah membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, laporan terkait kejadian itu diterima melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai dua anak yang diduga menjadi korban penyiraman air keras dan menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Umar Wirahadikusumah.
"Ya memang benar, pada tanggal 15 Juni unit PPA menerima laporan ada diduga 2 orang anak menjadi korban diduga penyiraman air keras. Kami sudah melakukan penyelidikan dan untuk anak malam ini juga sudah kami amankan di Dinas P3A, Dinas Perempuan Perlindungan dan Anak," ujar Tanwin melansir detikJabar, Rabu (17/6/2026) malam.
Setelah menerima informasi tersebut, polisi langsung melakukan pendalaman guna mengungkap kronologi dan pelaku di balik kejadian itu.
"Kami tekankan kami juga belum pernah menerima laporan sebelumnya, dan kami mendapat informasi bahwa di UGD Rumah Sakit Sumedang ada korban yang diduga disiram oleh air keras. Dan kami mendatangi korban dan kami mewawancarai korban, baik itu korban dan orangtua korban," katanya.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan dugaan penyiraman air keras terjadi dalam dua peristiwa berbeda, yakni pada 12 Mei dan 15 Juni 2026. Akibat kejadian tersebut, RPF mengalami kerusakan permanen pada mata kiri, sementara adiknya mengalami luka di bagian belakang kepala.
"Kasus ini ya sudah 2 kali kejadian, yang pertama tanggal 12 Mei, yang kedua tanggal 15 Juni. Kakaknya luka permanen di mata sebelah kiri dan adiknya itu luka di bagian belakang kepala," ungkapnya.
Hingga kini, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif, terutama terhadap lingkungan keluarga korban, untuk mengumpulkan informasi yang dapat mengarah kepada pelaku.
"Kami lagi memeriksa intensif ya, untuk mengarah ke pelaku mungkin kami arahkan untuk malam ini ke lingkungan keluarganya dulu. Untuk pelaku kami lagi konsentrasi memeriksa sekitaran keluarga dulu," pungkasnya.
Saat ini, kedua korban telah ditempatkan di rumah aman yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang guna mendapatkan perlindungan dan pendampingan lebih lanjut.
