Nasib malang menimpa Julfa Setia Hulu (21) yang tewas setelah menolong orang yang pura-pura minta tolong menarik motornya yang rusak. Korban tewas dengan banyak luka di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Efendi menceritakan kronologi perampokan yang dialami korban. Menurutnya, korban saat itu tengah naik sepeda motor bersama adiknya Jelvon Hulu (15) sesuai panen sawit.
"Saat diperjalanan korban ini bertemu satu orang laki-laki minta tolong untuk menarik motor miliknya yang rusak di dalam kebun sawit," ungkap AKP Bayu, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat menyebut korban sempat menolak permintaan untuk menarik motor pelaku. Namun, pelaku merayu korban hingga akhirnya bersedia menarik motor pelaku dan menuju lokasi motor rusak yang dimaksud.
"Awalnya korban tak ingin membantu dikarenakan ingin cepat pulang," tuturnya.
Setibanya di lokasi, kedua korban tidak ada melihat motor yang rusak. Namun korban Julfa Setia Hulu justru melihat seseorang di bawah pohon sawit dengan membawa satu bilah senjata tajam.
Merasa aneh dan curiga, kedua korban lalu putar haluan untuk meninggalkan lokasi. Namun para pelaku langsung mengejar ke arah keduanya dan menangkap Julfa Setia Hulu.
"Korban diikat menggunakan lakban hitam dan adiknya ini sempat mendengar suara minta tolong dan menangis kesakitan. Tak lama pelaku meninggalkan korban dengan membawa sepeda motornya," kata mantan Kapolsek Pinggir tersebut.
Setelah kedua pelaku meninggalkan lokasi, Jelvon kembali mendatangi abangnya yang terkapar. Namun Jelvon diminta berangkat ke kampung sekitar meminta pertolongan.
"Korban minta tolong. Setelah itu kembali ke lokasi lagi dan kondisi abangnya sudah meninggal dunia, ada banyak luka," imbuh Bayu.
Aksi perampokan sendiri terjadi Jumat (29/5), sekitar pukul 16.00 WIB. Kini polisi tengah memburu kedua pelaku yang menyebabkan tewasnya korban. Ciri-ciri pelaku juga telah dikantongi penyidik Satreskrim Polres Pelalawan.
