Siswi SMP di Lubuklinggau Gantung Diri, Sempat Bikin Status Sakit

Regional

Siswi SMP di Lubuklinggau Gantung Diri, Sempat Bikin Status Sakit

M Rizky Pratama - detikSumut
Minggu, 31 Mei 2026 07:29 WIB
Polisi mengevakuasi siswi SMP di Lubuklinggau yang gantung diri
Polisi mengevakuasi siswi SMP di Lubuklinggau yang gantung diri (Foto: Dok. Istimewa)
Lubuklinggau -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang siswi SMP berinisial RAR (14) di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya. Korban diduga mengalami depresi karena penyakit infeksi saluran kemih (ISK) yang dideritanya tak kunjung membaik. Sebelum kejadian, korban sempat mengunggah status WhatsApp yang berisi keluhan mengenai kondisi kesehatannya.

Jenazah RAR ditemukan oleh bibinya, D, di kediamannya yang berada di Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur, Ipda Vherry Andora, menjelaskan bahwa pada malam sebelum peristiwa tersebut, korban sempat membuat status WhatsApp yang mengungkapkan rasa sakit akibat penyakit ISK yang dialaminya.

Menurut Vherry, dalam unggahan itu korban menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang dirasakan.

ADVERTISEMENT

"Dari keterangan keluarga dan beberapa teman korban, ia memiliki riwayat penyakit inspeksi saluran kencing. Malam sebelum kejadian, korban sempat membuat status WhatsApp berisi keluhan atas rasa sakit dari penyakitnya tersebut," katanya, Sabtu (30/5/2026) melansir detikSumbagsel.

Vherry menambahkan, korban kemudian kembali mengunggah status WhatsApp yang memperlihatkan seutas tali tambang yang telah dirangkainya.

"Jadi status WhatsApp terakhirnya terlihat korban berhasil merangkai seutas tali tambang yang dibuat seperti menyerupai untuk gantung diri," ujarnya.

"Kemudian keesokan paginya ia ditemukan meninggal gantung diri di lantai dua rumahnya. Saat itu keluarganya sedang pergi hajatan di Pekanbaru sehingga saat kejadian hanya ada bibik dan neneknya," ungkapnya.

Usai proses evakuasi dan visum dilakukan di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau, pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads