Bintara Polda Kepri Bripda NS tewas dianiaya senior karena tidak melakukan kurve atau kegiatan rutin. Selain Bripda NS ada pula Bripda AP yang dianiaya pelaku karena hal yang sama.
Peristiwa penganiayaan terhadap Bripda NS dan Bripda AP terjadi di Rusun Polda Kepri Senin (13/4). Dirangkum detikcom berikut ini sejumlah fakta terkini kasus penganiayaan tersebut.
Fakta-fakta Bintara Polda Kepri Tewas Dianiaya Senior
1. Jasad Korban Diautopsi
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, mengatakan kasus ini sedang ditangani. Menurut dia, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menaruh perhatian khusus terkait kasus penganiayaan yang menimpa korban.
"Benar, saat ini tim di bawah kendali Kapolda melalui Bidpropam Polda Kepri dan Ditreskrimum sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut," kata Nona saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Korban diketahui berinisial Bripda NS. Korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
"Korban berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," tambahnya.
2. Keluarga Korban Buat Laporan Polisi
Kuasa hukum keluarga korban, Sudirman Situmeang, berharap kasus yang menimpa korban diungkap secara transparan. Ia tak ingin ada yang ditutup-tutupi.
"Nanti semua akan kami jelaskan. Yang mau kami katakan bahwa kasus ini harus terungkap sebuka-bukanya, tidak boleh ada yang ditutupi," kata Sudirman.
Sudirman menambahkan, pihak keluarga pertama kali mendapatkan informasi terkait meninggalnya korban pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.
"Keluarga dapat informasi tadi dini hari kira-kira jam 2 pagi," jelasnya.
Tak lama setelah menerima kabar tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
"Kami juga sudah buat laporan polisi tadi pagi pukul 05.00 WIB di SPKT Polda Kepri," lanjutnya.