Seorang pria berlagak preman yang mengaku dari salah satu ormas hendak membakar warung kelontong warga di Kabupaten Deli Serdang, karena korban menolak membayar setoran dengan modus uang keamanan sebesar Rp 250 ribu. Saat kejadian, pelaku sempat menodongkan pisau ke korban.
Pemilik warung bernama Ibrahim (54) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekira pukul 10.30 WIB di Simpang Sei Mencirim Jalan Medan-Binjai, Kecamatan Sunggal. Saat itu, pelaku yang diketahui berinisial B itu hendak meminta setoran untuk 5 bulan sekaligus, terhitung mulai April sampai September. Uangnya senilai Rp 250 ribu.
"Jadi, pertama, dia mau minta uang SPSI per bulan. Terus, sekalian dia mau ngambil 5 bulan. Dari bulan 4 (April) ini, Rp 250 ribu untuk 5 bulan," kata Ibrahim saat diwawancarai di warungnya, Selasa (14/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibrahim mengatakan pelaku memang sudah berulang kali meminta setoran dengan modus uang keamanan ke warungnya itu. Pada akhir Desember 2025, pelaku juga meminta setoran untuk 6 bulan sekaligus hingga bulan Juni 2026 sebesar Rp 180 ribu.
Korban pun membayarnya. Namun, sebelum tenggat waktu tersebut habis, pelaku kembali datang dan meminta uang setoran sebesar Rp 250 ribu itu.
Ibrahim pun menolak permintaan pelaku itu. Pasalnya, untung dari usaha warung yang buka selama 24 jam itu juga tidak banyak. Penolakan korban itu pun membuat pelaku emosi dan mengambil bensin lalu menyiramkannya ke warung korban.
"Saya ini jualan kecil-kecilan, pas-pasan. Akhirnya, dia (pelaku) nggak mau karena aku nggak ngasih uang yang dia minta. Jadi, itulah diambil bensin entah dari mana, disiram, mau dibakar kan (warung)," jelasnya.
Pada saat kejadian itu, kata Ibrahim, pelaku juga sempat menodongkan pisau dan mengancam hendak menusuk korban. Beruntung aksi pelaku itu dihentikan oleh warga sekitar.
"Dia pegang pisau, mau dia tusuk aku," sebutnya.
Belakangan, Ibrahim pun memutuskan untuk memberikan uang Rp 50 ribu kepada pelaku. Usai menerima uang itu, pelaku pun pergi.
Ibrahim mengaku bahwa aksi pelaku selama ini sudah sangat meresahkannya. Atas kejadian itu, Ibrahim berencana akan membuat laporan ke Polsek Sunggal, hari ini.
"Sebenarnya dia cukup meresahkan bagi saya. Akhirnya ku kasihlah Rp 50.000 untuk bulan ini. Barulah dia tenang. Kalau nggak, dia tetap mau mengancam-mengancam terus," ujarnya.
Kapolsek Sunggal Kompol Yunus Tarigan mengatakan pihaknya telah menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
"Piket opsnal telah mendatangi kedai grosir Pak Ibrahim dan benar ada kejadian tersebut," kata Yunus, Senin (13/4).
Dia mengatakan pihaknya sedang menyelidiki peristiwa itu. Saat ini, terduga pelaku juga tengah dicari.
"Untuk terduga pelaku masih dalam pencarian petugas," pungkasnya.
