Viral di media sosial, rumah eks anggota Polri menjadi korban penjarahan oleh kelompok tawuran di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Anak dan istri eks polisi tersebut hingga diseret oleh pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi, Sabtu (4/4/2026) dini hari. Dalam rekaman video yang beredar, seorang korban penjarahan yang mengaku mantan anggota Polri, Horas Hutauruk, menyayangkan terjadinya tawuran di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, yang mengakibatkan sejumlah barang berharganya hilang.
Ia mengaku rumahnya yang selama ini dijadikan tempat berjualan jajanan ringan anak-anak turut menjadi sasaran penjarahan. Bahkan, mirisnya, anak kandungnya yang masih di bawah umur dan istrinya diseret-seret oleh pelaku tawuran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengakibatkan istri saya diseret, anak saya diseret. Lihat, Pak Kapolres Belawan. Lihat kondisi rumah saya. Anak sekecil ini diseret dengan sajam, di mana hati nurani kalian," ujarnya dalam narasi video tersebut.
Karena kesal atas kejadian ini, pihaknya menuding adanya pembiaran yang dilakukan oleh Polres Belawan terhadap warga sipil. Ia juga menyebut peristiwa tawuran ini telah dilaporkannya beberapa hari sebelumnya, namun tidak ada tindakan.
"Ini bukan tawuran, ini penjarahan yang dibiarkan oleh Polri. Di Polri hanya banyak pencitraan," ucapnya.
Ia juga mengaku pernah mengabdi sebagai anggota Polri dan mendapatkan sertifikat dari presiden terkait penangkapan teroris saat masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kemana anggota bapak? Saya pun pernah menyelamatkan nyawa eks Presiden SBY saat itu (masih anggota Polri) dengan menangkap teroris," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Agus Purnomo, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait peristiwa tersebut.
"Kami cek dulu, ya," ujarnya kepada detikSumut saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).
