Empat sekuriti perkebunan PTPN IV ditangkap karena mengeroyok mantan prajurit TNI bernama Indra Utama (44) usai diduga ketahuan mencuri sawit di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Ini peran dari keempat pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo memerinci keempat pelaku adalah MI (35), R (22), IDP (23), dan DFS (24). Saat ini, keempatnya telah ditahan di Polres Pelabuhan Belawan.
"Keempat orang ini adalah sekuriti di perkebunan itu. Kita tahan semuanya di Polres," kata Agus saat dikonfirmasi detikSumut, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan para pelaku ini mengakui telah mengeroyok korban. Pelaku menganiaya korban dengan cara memukul hingga menendangnya. Sejauh ini, pihak kepolisian belum menemukan adanya penggunaan senjata tajam pada saat kejadian.
"Ada yang melakukan pemukulan menggunakan tangan, ada melakukan penendangan menggunakan kaki di bagian punggung, kepala, dada," sebutnya.
Perwira pertama polri itu menyebut bahwa berdasarkan penyelidikan sejauh ini, motif pengeroyokan itu diduga karena korban mencuri di perkebunan tersebut. Setelah ketahuan, korban dibawa para pelaku ke pos sekuriti dan dianiaya. Saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan pihak lainnya.
"Informasi saat ini seperti itu. Jadi, kita duga korban mencoba melakukan pencurian, sempat dibawa ke pos sekuriti setelah diamankan, di situ dianiayanya," ujar Agus.
Dalami soal Informasi Keterlibatan Oknum TNI
Terkait informasi yang beredar soal adanya dugaan keterlibatan oknum TNI yang tengah BKO atau yang sedang membantu pengamanan di perkebunan tersebut, Agus mengatakan pihaknya masih mendalaminya. Namun, kata Agus, di perkebunan itu memang ada oknum TNI yang BKO.
"Ini masih kami dalami sejauh apa keterlibatannya dalam perkara tersebut, memang di perkebunan itu ada pengamanan dari oknum TNI," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Indra Utama diduga tewas dikeroyok petugas pengamanan perkebunan. Korban merupakan warga Dusun 14 Krani Lama Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.
Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto (46) mengatakan peristiwa itu terjadi di Dusun 13 Tegal Rejo, Desa Bulu Cina, pada Senin (2/3) malam. Peristiwa itu diketahuinya usai Kepala Desa Bulu Cina menghubunginya dan memberitahu bahwa ada warga mereka yang ketahuan mencuri sawit, pada Selasa (3/3) sekira pukul 00.30 WIB.
"Saya ditelepon Pak Kades, beliau bilang 'Pak Kadus, ada warga yang nyuri sawit, tapi sudah meninggal di klinik Asia Medika'," ujar Sudarmanto menirukan ucapan Kepala Desa Bulu Cina, Rabu (4/3).
Sudarmanto pun mengecek orang yang diduga mencuri sawit itu. Setelah dicek, korban ternyata adalah Indra, adik iparnya.
Dia pun mendatangi Klinik Asia Medika Tandam. Setibanya di sana, keluarga menemukan korban telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh lebam-lebam, seperti di wajah dan dada. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dikeroyok sekitar 6 orang petugas pengamanan perkebunan yang ada di wilayah tersebut. Dari informasi yang diterimanya, adik iparnya itu kedapatan mencuri sawit sekitar 4 tandan.
Merasa curiga, pihak keluarga pun membawa jasad korban ke RS Djoelham Binjai untuk diautopsi. Namun, setibanya di sana, pihak rumah sakit meminta surat resmi dari pihak kepolisian untuk permintaan autopsi itu.
Alhasil, pihak keluarga membawa jasad korban ke Polsek Hamparan Perak sekaligus membuat laporan. Pada akhirnya, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk diautopsi.
