Kronologi Eks Personel TNI Diduga Tewas Dikeroyok di Deli Serdang

Kronologi Eks Personel TNI Diduga Tewas Dikeroyok di Deli Serdang

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 05 Mar 2026 09:00 WIB
Ilustrasi
Foto: Dok.Detikcom
Deli Serdang -

Mantan personel TNI bernama Indra Utama (44) diduga tewas dikeroyok petugas pengamanan perkebunan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) usai diduga ketahuan mencuri. Begini kronologi kejadian tersebut

Korban merupakan warga Dusun 14 Krani Lama Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.

Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto (46) mengatakan peristiwa itu terjadi di Dusun 13 Tegal Rejo, Desa Bulu Cina, pada Senin (2/3/2026) malam. Peristiwa itu diketahuinya usai Kepala Desa Bulu Cina menghubunginya dan memberitahu bahwa ada warga mereka yang ketahuan mencuri sawit, pada Selasa (3/3) sekira pukul 00.30 WIB,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ditelepon Pak Kades, beliau bilang 'Pak Kadus, ada warga yang nyuri sawit, tapi sudah meninggal di klinik Asia Medika'," ujar Sudarmanto menirukan ucapan Kepala Desa Bulu Cina, Rabu (4/3).

Sudarmanto pun mengecek orang yang diduga mencuri sawit itu. Setelah dicek, korban ternyata adalah Indra, adik iparnya.

ADVERTISEMENT

Dia pun mendatangi Klinik Asia Medika Tandam. Setibanya di sana, keluarga menemukan korban telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh lebam-lebam.

Merasa curiga, pihak keluarga pun membawa jasad korban ke RS Djoelham Binjai untuk diautopsi. Namun, setibanya di sana, pihak rumah sakit meminta surat resmi dari pihak kepolisian untuk permintaan autopsi itu.

Alhasil, pihak keluarga membawa jasad korban ke Polsek Hamparan Perak sekaligus membuat laporan. Pada akhirnya, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk diautopsi.

"Sekitar pukul pukul 07.30 WIB, kita bawa ke RS Bhayangkara untuk melakukan autopsi. Sampai RS Bhayangkara sekitar pukul 09.30 WIB. Kita langsung ke ruang jenazah. Di situ sampai dengan selesai autopsi," sebutnya.

Autopsi selesai dilakukan pada Selasa sore harinya. Setelah autopsi, pihak keluarga membawa jasad korban ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sudarmanto mengatakan bahwa sebelum kejadian itu, korban memang tengah keluar rumah. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui ke mana korban pergi.

Belakangan, baru lah keluarga menerima informasi bahwa korban telah meninggal dunia usai diduga kepergok mencuri sawit. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban awalnya dipergoki oleh para petugas keamanan di tempat agen sawit. Setelah itu, korban dibawa ke salah satu tempat yang tak jauh dari lokasi dan dianiaya. Kemudian, petugas keamanan membawa korban ke klinik.

"(Pengeroyokan) di luar perkebunan, tepatnya di perkampungan. Mereka (pelaku) menunggu di agen sawit, di dekat situlah dipukuli. Pihak klinik bilang begitu sampai korban sudah meninggal," ujarnya.

Pihak keluarga berharap kematian korban itu bisa diusut oleh petugas kepolisian. Sudarmanto juga menyesalkan perbuatan para terduga pelaku yang menganiaya adik iparnya hingga tewas.

"Kamu minta keadilan terhadap kasus ini. Kami mengakui korban bersalah, tapi kok mesti sampai menghilangkan nyawa? kenapa tidak dilaporkan pihak berwajib?. Kita kan tidak boleh untuk main hakim sendiri," sebut Sudarmanto.

Sudarmanto mengatakan keluarga menemukan luka lebam-lebam di tubuh korban, seperti di wajah dan dada. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dikeroyok sekitar 6 orang petugas pengamanan perkebunan yang ada di wilayah tersebut. Dari informasi yang diterimanya, adik iparnya itu kedapatan mencuri sawit.

"Iya, katanya nyuri sawit. Sampai sekarang pihak keluarga pun belum tahu berapa yang dicuri, kabarnya empat janjang. Dari saksi itu nampak ada enam orang (menganiaya), siapa saja saya pun kurang tahu ya, yang jelas itu pihak keamanan perkebunan," sebutnya.

Sudarmanto membenarkan bahwa korban merupakan mantan personel TNI dan dipecat sekitaran tahun 2014. Selama ini, korban tidak memiliki pekerjaan dan tinggal di rumah keluarganya. Selain itu, korban juga telah bercerai dengan istrinya.

"Korban tidak bekerja. Benar, dia (korban) mantan TNI, dinonaktifkan, dipecat," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kejadian itu. "Pasti kita selidiki," kata Agus saat dikonfirmasi detikSumut.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads