Siswi SMA Dilecehkan Guru di Mobil dan Direkam, Begini Respons Kadisdik Riau

Riau

Siswi SMA Dilecehkan Guru di Mobil dan Direkam, Begini Respons Kadisdik Riau

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 05 Mar 2026 16:45 WIB
Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya
Foto: Kadis Pendidikan Riau, Erisman Yahya. (dok. Pemprov Riau)
Pekanbaru -

Dinas Pendidikan Provinsi Riau angkat bicara terkait pelecehan siswi SMA oleh guru berinisial SA di Pekanbaru, Riau. Kepala Dinas, Erisman Yahya minta insiden itu diusut tuntas.

"Kepala sekolah mengakui bahwa itu terjadi. Mereka sudah melapor juga ke Kabid SMA dan saya minta laporan tertulis kejadian ini," kata Erisman, Kamis (5/3/2026).

Ersiman mengaku tak habis pikir setelah melihat video dugaan pelecehan korban. Apalagi, dilakukan seorang guru kepada siswinya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya minta ini diselesaikan sesuai UU yang berlaku. Kami minta Kepsek lapor ke Disdik secepatnya serta tembuskan ke Inspektorat dan BKD untuk sanksi dan lainnya," katanya.

Selain itu, Erisman juga bakal mengirimkan tim pendamping untuk korban. Mengingat korban sempat trauma dan tak mau untuk sekolah.

ADVERTISEMENT

"Kita akan turunkan tim untuk tindaklanjuti ini dengan memberikan pendampingan ke korban. Prinsipnya kita selesaikan," imbuh Erisman.

Diketahui, seorang siswi SMA kelas II usia 17 tahun melapor ke polisi atas pelecehan seksual. Mirisnya, pelaku adalah gurunya sendiri.

Korban diduga dilecehkan saat istirahat di dalam mobil. Korban yang tertidur tiba-tiba didatangi sang guru, dielus, diciumi tanpa sadar dan direkam.

Laporan itu juga disampaikan ke Wakil Ketua Umum DPP Cipta Germas PPA Riau, Rika Parlina. Korban dilecehkan saat ada kegiatan di Mandau, Bengkalis beberapa waktu lalu.

"Korban dan abangnya langsung datang ke kantor minta pendampingan. Mereka udah ke PPA dan kepolisian, tak ada tanggapan," kata Rika.

Geram, Rika bersama korban mendatangi sekolah untuk minta klarifikasi. Mirisnya, sang kepala sekolah justru menganggap santai persoalan dan bilang kalau pelaku khilaf.

"Saya datangi ke sekolah, kepala sekolah bilang benar. Bahkan dibilang gurunya itu hanya bilang 'khilaf' dan saya marah di situ," kata Rika kesal.

"Anak ini memang kata orang tuanya kalau tidur ya 'tidur mati'. Saya minta guru ini tak diberikan ngajar dahulu karena ada anak-anak juga di-chat malam," kata Rika lagi.



(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads