Seorang pemuda berinisial ARS (25) membobol toko grosir orang tuanya bersama dua rekannya di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut). Pelaku mencuri sejumlah barang, seperti 35 tabung gas hingga semen.
Kasat Reskrim Polres Tapteng Iptu Dian AP mengatakan pencurian itu terjadi tepatnya di Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan. Pencurian itu baru diketahui korban, Jumat (30/1) pagi. Saat itu, korban mendapati kunci pintu tokonya sudah dalam keadaan rusak.
Saat dicek, sejumlah barang di dalam toko telah hilang, yakni 35 tabung gas berbagai ukuran, 25 kg gula pasir dan 4 sak semen dan 2 ember cat ukuran 25 kg. Akibatntya, korban mengalami kerugian sekira Rp 10 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kejadian itu, korban membuat laporan ke Polres Tapteng. Pihak kepolisian pun menyelidiki laporan itu dan menemukan keterlibatan anak korban.
"Berdasarkan keterangan di lapangan, dugaan mengarah kepada ARS yang merupakan putra kandung korban dan selama ini tinggal serumah," jelasnya.
Petugas kepolisian pun menyelidiki informasi tersebut dan menangkap pelaku dini hari tadi. Berdasarkan keterangan pelaku, aksi pencurian itu dilakukan pelaku bersama dua orang temannya berinisial J dan E.
"Hasil interogasi awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Namun, dia tidak beraksi sendirian, melainkan dibantu oleh dua rekannya berinisial J dan E," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, barang-barang hasil curian tersebut telah dijual oleh para pelaku di wilayah Pandan dan Sibolga. Usai diamankan, pelaku ARS dibawa ke Polres Tapteng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
"Satreskrim tengah melakukan langkah-langkah hukum lebih lanjut, antara lain pengejaran terhadap dua terduga pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi dan pencarian barang bukti hasil kejahatan yang telah dijual," pungkasnya.
