Beredar sebuah rekaman yang diduga suara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial JS menghina organisasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). JS membantah jika suara di rekaman itu merupakan miliknya.
"Kalau saya dengar suara ini saya duga bukan suara saya, kemungkinan saudara AI alias bukan suara saya, coba dipastikan lagi," kata JS melalui pesan singkat, Sabtu (14/2/2026).
JS menegaskan jika tidak ada niat dia untuk mengecilkan organisasi apapun. Sehingga dia meminta untuk memastikan kembali suara di rekaman itu milik siapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam hidup saya nggak prinsip atau niat mengecilkan organisasi apa pun," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, beredar sebuah rekaman yang diduga suara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial JS menghina organisasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Ketua GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu pun mendesak agar JS meminta maaf.
Dalam rekaman suara yang didengar, Jumat (13/2/2026), JS sedang berbincang dengan seseorang. Dalam rekaman suara dengan foto JS itu, ia menilai GAMKI kecil jika dibandingkan dengan Golkar.
"Kalau mereka itu anggota GAMKI, ya itu GAMKI kecilnya cuma segini itu sama Golkar itu, kelompok saya HMI," kata JS dalam rekaman itu.
Merespons hal itu, Swangro menyayangkan adanya dugaan penghinaan GAMKI yang dilakukan oleh JS. Apalagi JS merupakan pimpinan DPRD.
"Menyayangkan lah yang disampaikannya begitu, dia kan berorganisasi juga, organisasinya Golkar lah kita bilang, ketua lagi, dia Wakil Ketua DPRD, artinya dia perwakilan rakyat, sebenarnya dia yang begitu-begitu ngapain dia menghina organisasi kita katakanlah GAMKI," kata Swangro Lumbanbatu saat dihubungi.
Pihaknya belum mengetahui latar belakang munculnya narasi JS itu. Namun Swangro menilai jika tidak sepantasnya JS bicara seperti itu.
"Dia menyampaikan itu apa sebabnya? Apakah ada salah kita? Kalaupun ada salah kita ngapain dia ngomong begitu, apalagi dia dipandang masyarakat salah satu yang bisa membantu masyarakat," ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD, JS harusnya lebih fokus untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. GAMKI sendiri disebut telah menyalurkan bantuan ke Tapteng.
"Seharusnya dia fokus aja, apalagi Tapteng kan saat ini bencana, butuh bantuan, apalagi kita GAMKI sudah antar bantuan, seharusnya dia sebagai Wakil Ketua DPRD kasih solusi aja ke masyarakat Tapteng apalagi baru-baru ini banjir lagi," sebutnya.
Swangro mengaku kecewa atas pernyataan JS. Swangro menilai jika alumni HMI tidak mungkin bicara seperti itu, sehingga perlu untuk memverifikasi pengakuan JS merupakan kelompok HMI.
"Saya sebagai Ketua GAMKI kecewa juga dia sampaikan begitu, apalagi dia ngaku-ngaku HMI dan saya tahu HMI itu bukan seperti itu, HMI orangnya paripurna orangnya nasionalisme dan saya banyak berteman dengan (orang HMI) nggak seperti itu, boleh juga dicek itu soal dia ngaku HMI nanti dia jual-jual HMI rupanya tidak," ucapnya.
Sehingga Swangro mendesak JS meminta maaf atas pernyataan itu. Pihaknya bakal menunggu beberapa hari ke depan.
"Intinya kalau bisa dia tarik bahasanya dan dia minta maaf, kalau dia nggak minta maaf ya kita tunggu aja beberapa hari ini," tuturnya.
(niz/afb)











































