Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku mendapat laporan soal 12 anak dicabuli pemuka agama di Kabupaten Asahan. Politikus Golkar ini meminta agar polisi memberikan atensi soal kasus ini.
Doli mengatakan ia mendapat laporan dari orang tua korban langsung. Doli mengaku terkejut mendapat laporan soal kasus ini.
"Saya mendapat laporan langsung dari orang tua salah satu anak yang menjadi korban. Saya kenal dekat dengan orang tua anak itu. Saya sangat terkejut mendengar peristiwa tersebut. Itu tindakan dan perilaku biadab! Saya minta kepada pihak Kepolisian untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya, tentu sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku," kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPR Dapil Sumut 3 III ini menyebutkan terduga pelaku berinisial SS dikenal sebagai pemuka agama. Hal itu juga dinilai merusak nama baik sosok pemuka agama di masyarakat serta merusak masa depan bangsa.
"Tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang dikenal selama ini sebagai pemuka agama dapat mencoreng dan merusak nama baik agama dan pemuka agama lainnya. Bahkan lebih jauh, apa yang dilakukan oleh SS adalah tindakan yang merusak masa depan bangsa," sebutnya.
Doli menambahkan, sekitar 12 anak yang diduga menjadi korban tersebut mengalami trauma. Termasuk akan mengganggu masa depan mereka. Masa depan anak-anak yang menjadi korban terenggut sama dengan mengganggu masa depan bangsa.
"Saya akan meminta langsung kepada pihak Kepolisian, terutama Kapolres Asahan, untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Saya juga akan mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk meminta agar mengawal dan mengadvokasi kasus ini," ujarnya.
