Bajak Laut Beraksi di Gabon Afrika, 4 WNI Awak Kapal Ikan Diculik

Bajak Laut Beraksi di Gabon Afrika, 4 WNI Awak Kapal Ikan Diculik

Yulida Medistiara - detikSumut
Selasa, 13 Jan 2026 13:29 WIB
Houthi fighters open the door of the cockpit on the ships deck in the Red Sea in this photo released November 20, 2023. Houthi Military Media/Handout via REUTERS    THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY
Ilustrasi (Foto: Houthi Military Media/Handout via REUTERS)
Medan -

Bajak laut beraksi dengan menangkap kapal penangkap ikan yang berisi Sembilan orang di pantai Gabon, Afrika Tengah. Dari sembilan pelaut, empat di antaranya merupakan WNI yang bekerja sebagai awak kapal.

"Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia," kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon, dilansir AFP, Selasa (13/1/2026) dikutip detikNews.

Peristiwa penculikan itu terjadi pada Sabtu malam waktu setempat. Kejadian itu merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer (3.500 mil) dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapal penangkap ikan IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sementara enam pelaut lainnya yang berkewarganegaraan Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso tetap berada di atas kapal.

Pihak berwenang Gabon menemukan kapal pukat tersebut sebelum dikawal ke pelabuhan Libreville. Saat ini otoritas Gabon melakukan penyelidikan atas insiden itu.

Sebelumnya, pada Februari tahun lalu, tiga orang pelaut diculik dari sebuah kapal pukat di perairan dekat ibu kota. Mereka ditodong senjata oleh pelaku.

Sebagai bagian dari Samudra Atlantik, Teluk Guinea merupakan jalur maritim utama untuk minyak dan gas karena berbatasan dengan produsen minyak utama Afrika Barat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) mengatakan pihak KBRI setempat telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendalami informasi tersebut. KBRI juga mengupayakan permintaan bantuan keselamatan bagi WNI yang diduga diculik tersebut.

"Terkait pertanyaan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon)," kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl, saat dihubungi detikcom.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads