Cerita Kadus Soal Ponpes di Deli Serdang Digeruduk Keluarga Korban Pelecehan

Cerita Kadus Soal Ponpes di Deli Serdang Digeruduk Keluarga Korban Pelecehan

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Senin, 05 Jan 2026 16:41 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Deli Serdang -

Seorang pemilik sekaligus pimpinan Pondok Pesantren di Deli Serdang diduga melakukan pelecehan hingga pemerkosaan terhadap santriwati. Pelaku sudah diamankan polisi.

Kepala Dusun IV Desa Sei Mencirim, Mahmud Sobri mengatakan, awalnya ponpes tersebut digeruduk keluarga korban. Hingga akhirnya dilakukan mediasi antara keluarga korban, pemilik ponpes dan perangkat desa.

Orang tua korban menyebut, korban mengaku sudah dua kali melakukan hubungan badan dengan terduga pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari informasi orang tua korban, pelaku mengakui sudah dua kali melakukan hubungan badan," ungkap Sobri, Senin (5/1/2026).

Kemudian dalam mediasi tersebut, lanjut Sobri, terduga pelaku MAM juga mengakui perbuatannya dengan dalih dilakukan atas dasar suka sama suka dengan santriwatinya yang masih di bawah umur tersebut.

ADVERTISEMENT

"Dia mengakui telah menyetubuhi santriwatinya atas dasar mau sama mau," ambah Sobri.

Dalam mediasi tersebut, sejumlah keluarga santri lain juga datang dan mengaku anak mereka juga pernah menjadi korban pelecehan oleh MAM. Mereka meminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang diduga dilakukan pelaku.

"Kemudian ada keluarga dari santriwati lain juga yang jadi korban, tetapi tidak disebutkan berapa jumlahnya," katanya.

Karena mediasi tidak membuahkan hasil, pihak keluarga korban bersikukuh untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Mereka lebih memilih melaporkan ke kepolisian. Saya sarankan keluarga korban mendatangi polsek untuk membuat laporan agar segera ditindaklanjuti," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Heboh, pemilik Pondok Pesantren (ponpes) berinisial MAM diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumu). Kasus ini viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sunggal. Warga dan keluarga korban sempat menggeruduk lokasi pada Minggu (4/1/2026) malam.

Menurut keterangan warga sekitar, Lisha, pemilik pondok pesantren diduga telah melakukan tindakan asusila berupa pelecehan seksual terhadap santriwati tersebut.

"Iya, pemilik pondok pesantren mencium bahkan memeluk santrinya," ungkap Lisha saat diwawancarai detikSumut, Senin (5/1/2026).

Warga yang geram atas perbuatan tersebut nyaris melakukan aksi main hakim sendiri. Namun, situasi berhasil diredam oleh kepala dusun setempat.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Mahmud Sobri, membenarkan peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Informasi dari keluarga korban, santri tersebut katanya dilecehkan," ujarnya kepada detikSumut, Senin (5/1/2026).

Mahmud mengatakan, saat ini pemilik pesantren berinisial MAM telah dibawa ke Polrestabes Medan untuk penanganan lebih lanjut.

"Sudah melapor atau belum saya kurang tahu, tetapi MAM sudah dibawa ke Polrestabes Medan tadi malam. Kami juga mengawal agar tidak diamuk massa," tutupnya.

Sementara Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan Iptu Dearma Agustina membenarkan peristiwa tersebut.

"(Benar) Memang ada (peristiwa diduga pelecehan di pesantren)," ucapnya kepada detikSumut ketika dikonfirmasi.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads