Banyak yang mengaku merasa bangga sebagai keturunan Batak, tetapi belum sepenuhnya memahami siapa Debata Mulajadi na Bolon. Selama berabad-abad, figur ini seolah terperangkap dalam bayang-bayang sejarah, dianggap sebagai warisan dari kepercayaan yang harus ditinggalkan.
Namun, jika berani menggali lebih dalam mengenai sejarah Batak Toba, kita akan menemukan sebuah konsep ketuhanan yang luar biasa mendalam. Lalu apa itu sebenarnya Mula Jadi Na Bolon?
Ketika menelusuri jejak sejarah, label tersebut muncul dari sudut pandang eksternal. Peneliti Eropa H. N. van der Tuuk, sempat salah paham dan menganggap suku Batak sebagai kelompok yang tidak memiliki keyakinan kepada Tuhan. Padahal, jauh sebelum ajaran agama Abrahamik merambah Tanah Batak, para leluhur sudah memiliki gagasan monoteisme yang sangat kuat.
Sang Pencipta yang Tak Berawal dan Tak Berakhir
Menurut penelitian dalam jurnal Konstruksi Pemahaman Kontekstual pada Suku Batak Toba oleh Carel Hot Asi Siburian, masyarakat Batak Toba sebenarnya telah mengenal konsep Tuhan yang Esa dan universal sejak lama. Sebelum adanya pengaruh luar, leluhur Batak sudah percaya akan adanya entitas tertinggi yang mengatur seluruh jagat raya.
Debata Mulajadi Na Bolon diyakini sebagai Sang Pencipta yang abadi. Dalam teologi Batak, Ia dikenal sebagai Debata na so marmula, na so marujung, yang berarti Tuhan yang tidak memiliki awal dan akhir.
Dalam struktur spiritual Batak, sosok ini memiliki kekuasaan tertinggi, melebihi dewa-dewa lain seperti Batara Guru, Soripada, dan Mangala Bulan. Bagi komunitas Batak, Debata Mulajadi na Bolon adalah makhluk yang imanen (ada dalam ciptaan) sekaligus transenden (melampaui segala sesuatu). Ia diberikan gelar Ompu Raja Mulamula, yang menyatakan bahwa Dia adalah asal usul atau sumber dari segala sesuatu yang terdapat di dunia.
Menariknya, teolog seperti Anicetus B. Sinaga mengklasifikasikan entitas tersebut sebagai "Allah Tinggi" (The High God). Istilah ini merujuk kepada pribadi Tuhan yang memiliki sifat dan kehendak, bukan hanya sekedar prinsip abstrak atau kekuatan alam semesta.
Simak Video "Video Menang di Aragon, Marquez Kini Cuma Ketinggalan 19 Poin dari Martin"
(astj/astj)