Video seorang guru SD di Kampar, Riau yang minta perhatian karena sekolah berdinding triplek viral di media sosial. Guru itu tiba-tiba memberikan klarifikasi setelah digeruduk Wakil Bupati Kampar, Misharti.
Dalam video yang diterima detikSumut, guru bernama Romawati itu awalnya memohon perhatian kepada kepala daerah di Kampar. Mengingat, sekolah sudah berdiri sejak dari 2004 lalu belum ada perubahan.
"Dengan ini saya memohonkan kepada bapak Kepala Daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini pak. Yang mana sekolah ini telah berdiri dari tanggal 19 Juli 2004 sampai saat ini ya seperti inilah keadaannya," kata Romawati seperti dilihat detikSumut, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang guru mengungkap sudah ada banyak alumni lulus dari sekolah tersebut. Bahkan beberapa sudah menjadi orang sukses usai lulus sarjana hukum, kebidanan dan teknik komputer.
"Untuk alumni yang telah tamat baik sarjana hukum, komputer, kebidanan. Banyak lagi alumni-alumni murid kami yang berhasil pak," katanya memohon agar pemerintah memberikan bantuan.
Romawati juga menunjukkan kondisi dari sekolah yang terbuat dari dinding triplek. Terlihat beberapa dinding sudah rusak di bagian luar.
Sedangkan di bagian dalam, terlihat kursi plastik dan meja kayu. Ada pula lemari di dalam kelas dengan kondisi tanpa pintu berisi buku yang tak tersusun.
Romawati mengungkap di sekolah itu ada 2 orang guru. Mereka mengajar dari kelas 1 sampai 6 dan membagi ke beberapa kelas belajar.
"Ini lokal sekolah kita ya pak, di sini kami mengajar 6 kelas dengan 2 orang guru dari kelas 1 sampai 6 dibagi 3 kelas. Jadi satu ruangan kami mengajar 3 kelas," katanya.
Wakil Bupati Geruduk Guru usai Viral
Video itu kemudian viral di media sosial. Wakil Bupati Kampar, Misharti langsung datang menemui guru tersebut.
"Ini sekolah ibu bikin dengan swadaya, udah beberapa tahun, dah 20 tahun tiba-tiba ibu nongol salahkan pemerintah. Jadi kita juga enggak terima sebenarnya," kata Misharti.
Mantan anggota DPD RI Dapil Riau itu pun mengaku tak enak hati. Sebab orang saat ini banyak menyalahkan pemerintah.
"Saya enggak enak saja bu, karena yang di didik ini anak-anak kita masyarakat Kampar. Orang berprasangka beda dengan ibu, orang berprasangka pemerintah ini tutup mata, tidak peduli. Padahal kan tidak," kata Misharti.
Guru Beri Klarifikasi
Romawati akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viralnya. Ia mengaku sekolah tersebut berstatus 'Sekolah Jarak Jauh' dari SD induk 007.
"Saya ibu Romawati, saya mau klarifikasi video saya yang sempat viral yang mana SD yang kemarin viral di media TikTok itu SD 007 007 sebenarnya bukan SD Induk, SD kita SD kelas jarak jauh Gunung Sejati," kata Romawati dengan baju korpri motif biru.
Simak Video "Video: Kemendikdasmen Targetkan 12.500 Guru PAUD-SD Bakal Dapat Bantuan S-1 "
[Gambas:Video 20detik] (ras/mjy)
