Mangalahat Horbo, Tradisi Sembelih Kerbau di Batak Toba

Mangalahat Horbo, Tradisi Sembelih Kerbau di Batak Toba

Olivia Andrea - detikSumut
Rabu, 08 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi budaya Batak Mangalahat Horbo
Foto: Ilustrasi budaya Batak Mangalahat Horbo (Dok. Gemini AI)
Toba -

Mangalahat horbo merupakan tradisi Batak Toba yang melibatkan pemotongan kerbau jantan, sebagai kurban tertinggi untuk dipersembahkan kepada Mulajadi Na Bolon (Tuhan Pencipta) sebagai wujud syukur, permohonan berkat, kesejahteraan, kesuburan, penghapusan dosa, serta penguatan identitas sosial dan budaya.

Diiringi dengan tari tortor, gondang, dan doa adat dalam upacara besar seperti horja bius atau saurmatua. Kerbau dipandang sebagai lambang kemakmuran, kekuatan, dan penghormatan tertinggi.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada momen penting seperti pesta adat besar, peresmian rumah adat, pesta syukuran, hingga acara adat yang melibatkan banyak masyarakat berkumpul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mangalahat horbo adalah kurban persembahan kepada Tuhan untuk wujud rasa syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur. Kerbau yang disembelih melambangkan pengorbanan dan kebersamaan dalam adat Batak Toba," ujar akademisi USU, Robert Sibarani, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

Robert menjelaskan, prosesi Mangalahat horbo diawali dengan musyawarah adat yang melibatkan raja parhata, tokoh adat, dan keluarga besar.

"Kerbau dipilih secara khusus, kemudian dilakukan doa dan pemberian berkat sebelum disembelih. Setelah itu, daging kerbau dibagikan kepada seluruh hadirin sesuai aturan adat yang berlaku, pembagian daging juga tidak dilakukan sembarangan. Setiap bagian sudah memiliki makna dan aturan adat. Disitulah terlihat nilai keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap struktur sosial batak toba," ujarnya.

Hingga kini, tradisi mangalahat horbo masih tetap dipertahankan di budaya batak toba, sehingga generasi muda diharapkan terus mengenal dan melestarikan tradisi ini agar nilai-nilai leluhur seperti rasa syukur, gotong royong, dan kebersamaan tidak hilang ditelan modernisasi.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads