Gates Ungkap AI Bakal Guncang Dunia Kerja: 2 Tahun Lagi Pekerja Terancam

Internasional

Gates Ungkap AI Bakal Guncang Dunia Kerja: 2 Tahun Lagi Pekerja Terancam

Fino Yurio Kristo - detikSumut
Selasa, 22 Sep 2026 09:00 WIB
Bill Gates dan Citra Seorang Miliarder Baik
Bill Gates (Foto: DW News)
Jakarta -

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya diprediksi bakal mengambil alih sejumlah pekerjaan kini mulai terlihat dampaknya. Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, menilai perubahan tersebut dapat memberikan tekanan besar terhadap pasar tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Gates, pekerja kerah putih atau pekerja kantoran berpotensi menghadapi dampak signifikan dalam dua tahun ke depan. Sementara itu, dampak serupa dapat meluas kepada pekerja kerah biru maupun kerah putih dalam kurun waktu empat tahun.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah perkembangan AI yang tidak lagi sebatas menjalankan otomatisasi sederhana. Teknologi ini semakin mampu mengerjakan berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan keterampilan dan keahlian manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara dengan The Atlantic, Gates mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pesatnya perkembangan model AI, terutama dalam kemampuan pemrograman. Menurutnya, waktu yang tersedia untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan ekonomi akibat AI semakin terbatas.

"Saya sangat khawatir dengan dampak pasar tenaga kerja dalam dua tahun ke depan di lingkup kerah putih, dan dalam empat tahun ke depan di lingkup kerah biru maupun kerah putih," kata Gates kepada pembawa acara Hanna Rosin, dilansir detikINET dari Yahoo Finance.

ADVERTISEMENT

Perkembangan kemampuan AI dalam bidang coding disebut turut mengubah pandangan Gates. Ia menilai perlu ada pembahasan lebih luas mengenai langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif AI terhadap tenaga kerja.

Peningkatan kemampuan AI dalam pemrograman menjadi salah satu perhatian utama Gates. Ia menilai perkembangan tersebut berlangsung sangat cepat.

"Saya sangat khawatir karena kita tak melibatkan banyak orang dalam diskusi mengenai cara meminimalkan dampak-dampak negatif ini," ujar Gates.

"Alasan mengapa nada bicara saya berubah adalah karena sejak akhir tahun lalu, banyak model (AI) yang sudah sangat mahir dalam coding. Kemampuan mereka terus saja meningkat," imbuhnya.

Bidang pemrograman memiliki arti khusus bagi Gates mengingat latar belakangnya sebagai seorang programmer. Sejak muda, ia telah menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan keahliannya dalam dunia coding. Karena itu, perkembangan AI dalam bidang tersebut menjadi salah satu indikator penting mengenai sejauh mana teknologi dapat menggantikan kemampuan manusia.

"Akhir tahun lalu, model-model tersebut mulai menjadi sebaik-atau dalam beberapa kasus lebih baik-dari manusia dalam hal coding. Itu adalah ambang batas yang nyata bagi saya," paparnya.

Gates juga menilai perkembangan AI saat ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan sejumlah lompatan teknologi sebelumnya, seperti komputer pribadi (PC) dan internet. Kedua teknologi tersebut memang membawa perubahan besar, tetapi pada akhirnya turut mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru.

Menurutnya, AI berpotensi memberikan dampak yang berbeda karena kemampuan sistem tersebut terus berkembang hingga berpotensi melampaui kemampuan kognitif manusia dalam berbagai jenis pekerjaan. Dampaknya bahkan bisa semakin luas jika AI dipadukan dengan robot humanoid yang semakin canggih dan memiliki biaya relatif terjangkau.

"Secara dramatis, ini merupakan perubahan pada ekonomi dan pekerjaan kita yang jauh lebih mendalam dibandingkan apa pun yang pernah saya ketahui sepanjang hidup saya," ungkap Gates.

Meski demikian, pernyataan Gates tidak berarti seluruh pekerjaan kerah putih akan hilang dalam dua tahun atau semua pekerjaan kerah biru akan digantikan AI dalam empat tahun. Yang menjadi sorotan adalah potensi perubahan besar terhadap struktur dan kondisi pasar tenaga kerja dalam periode tersebut.

Gates juga melihat adanya peluang untuk menciptakan jenis pekerjaan tertentu yang secara khusus tetap diperuntukkan bagi manusia. Pekerjaan tersebut dapat mencakup bidang yang membutuhkan interaksi dan hubungan antarmanusia secara langsung sehingga tidak mudah digantikan oleh AI maupun robot.

Salah satu contoh yang disebut Gates adalah pekerjaan yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Menurut pandangan tersebut, sejumlah aktivitas yang membutuhkan sentuhan, empati, dan interaksi manusia berpotensi tetap menjadi ranah manusia meski teknologi AI terus berkembang.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads