Sebuah bangunan peninggalan masa lampau yang masih berdiri tegap hingga kini menjadi saksi perkembangan Kota Medan, yakni Menara Air Tirtanadi. Bangunan bersejarah ini tidak hanya berperan sebagai sarana penyedia air bersih, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu ikon kota yang akrab di mata masyarakat.
Menara air yang terletak di Jalan Sisingamangaraja No. 1 Medan ini, telah berdiri lebih dari satu abad dan tetap difungsikan sampai saat ini. Keberadaannya mencerminkan kemajuan pembangunan infrastruktur Kota Medan sejak era kolonial hingga masa modern.
"Menara Air Tirtanadi dibangun pada awal abad ke-20 oleh pemerintah kolonial Belanda melalui perusahaan penyedia air bersih NV Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih. Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih modern pertama di Medan yang saat itu berkembang pesat sebagai pusat perdagangan di wilayah Sumatera Timur," ujar dosen Antropologi Unimed, Erond Damanik, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erond Damanik menjelaskan pembangunan menara dimulai sekitar tahun 1908 dan menjadi penanda perubahan Medan dari kawasan permukiman sederhana menjadi kota modern dengan tata infrastruktur yang lebih terencana.
"Salah satu keunikan Menara Air Tirtanadi terletak pada ukuran dan konstruksinya yang megah. Menara ini memiliki tinggi sekitar 42 meter dengan berat lebih dari 300 ton. Struktur besi yang digunakan dikenal sangat kuat sehingga mampu bertahan melewati berbagai fase sejarah, termasuk masa peperangan dan dinamika perkembangan zaman," katanya.
Walaupun usianya telah melampaui satu abad, menara tersebut masih berfungsi sebagai bagian penting dari sistem distribusi air bersih Kota Medan dan terus mendapatkan perawatan secara rutin.
Pada masa kolonial, layanan air bersih dari menara ini belum dapat diakses seluruh masyarakat. Distribusi air lebih banyak diperuntukkan bagi kawasan elite dan permukiman tertentu, sedangkan sebagian warga masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama.
Seiring perjalanan waktu serta proses nasionalisasi perusahaan air minum, layanan air bersih kini dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata melalui pengelolaan PDAM Tirtanadi.
Lokasinya yang berada di kawasan strategis pusat kota membuat Menara Air Tirtanadi mudah dikenali. Banyak warga maupun wisatawan menjadikannya sebagai titik penanda kota sekaligus lokasi berfoto karena nilai sejarah dan desain arsitekturnya yang khas.
"Menara PDAM Tirtanadi merupakan salah satu ikon sejarah perubahan kampung Medan menjadi Kota Medan," tambah Erond Damanik.
Dengan usia lebih dari 100 tahun, Menara Air Tirtanadi bukan hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga sebagai jejak sejarah perjalanan Kota Medan dari masa kolonial hingga berkembang menjadi kota metropolitan modern.
Artikel ini ditulis oleh Olivia Andrea peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom
(dhm/dhm)











































