Museum Uang Sumatera di Medan, Miliki Koleksi Alat Pembayaran Berbagai Zaman

Museum Uang Sumatera di Medan, Miliki Koleksi Alat Pembayaran Berbagai Zaman

Olivia Andrea - detikSumut
Selasa, 03 Mar 2026 11:44 WIB
Museum Uang Sumatera yang berada di lantai 2 Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, Kota Medan. (Olivia Andrea/detikSumut)
Foto: Museum Uang Sumatera yang berada di lantai 2 Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, Kota Medan. (Olivia Andrea/detikSumut)
Medan -

Salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik sekaligus sarat nilai sejarah di Medan, yakni Museum Uang Sumatera. Museum ini menghadirkan gambaran perjalanan panjang sistem transaksi dan alat pembayaran melalui ribuan koleksi mata uang dari berbagai zaman, mulai era kerajaan hingga zaman modern saat ini.

Museum ini terletak di lantai 2 Gedung Juang 45, Jalan Pemuda No.17, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Museum tersebut diresmikan pada 2 Mei 2017 dan didirikan oleh kolektor uang kuno asal Sumatera Utara, Saparudin Barus, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya pelestarian sejarah mata uang Indonesia.

Pemandu museum, Dicky Armanda, menjelaskan bahwa Museum Uang Sumatera menyimpan ribuan koleksi uang kuno yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di museum ini terdapat berbagai jenis koleksi, mulai dari koin masa kerajaan, uang kertas era kolonial, hingga alat pembayaran modern yang menunjukkan perkembangan sistem ekonomi dari masa ke masa," ujar Dicky, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, pengunjung dapat melihat langsung koin peninggalan sejumlah kerajaan dan kesultanan seperti Aceh, Deli, Majapahit, dan Banten. Selain itu, ada pula koleksi uang dari masa Hindia Belanda, periode pendudukan Jepang, awal kemerdekaan Indonesia, hingga rupiah yang digunakan saat ini.

ADVERTISEMENT

"Tidak hanya memamerkan uang logam dan uang kertas, museum ini juga menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masa lampau, seperti kupon transaksi, token perkebunan, dokumen keuangan lama, serta mesin pencetak uang peninggalan era kolonial yang tergolong langka dan bernilai sejarah tinggi," katanya.

Menurut Dicky Armanda, keberadaan museum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perkembangan sistem keuangan di Indonesia.

"Melalui koleksi yang ditampilkan, masyarakat dapat memahami evolusi mata uang mulai dari masa kerajaan, penjajahan, hingga era kemerdekaan. Hal tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan ekonomi bangsa,"tambahnya.

Sebagian besar koleksi museum merupakan hasil perjalanan panjang sang pendiri dalam mengumpulkan uang kuno dari berbagai daerah di Indonesia. Seiring waktu, jumlah koleksi terus bertambah berkat kontribusi para kolektor lain yang mempercayakan benda bersejarah mereka untuk dirawat dan dilestarikan di museum ini.

Selain berperan sebagai pusat pelestarian sejarah, Museum Uang Sumatera juga dikembangkan sebagai tujuan wisata edukatif. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati koleksi yang dipamerkan, tetapi juga dapat mempelajari sejarah transaksi ekonomi masyarakat Nusantara.

Salah seorang pengunjung, Tarwiyah, mengaku terkesan setelah berkunjung ke museum tersebut.

"Saya baru menyadari bahwa perjalanan sejarah uang di Indonesia sangat panjang. Koleksinya sangat lengkap, mulai dari uang masa kerajaan hingga periode kemerdekaan," tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh Olivia Andrea peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads